Hadir di Rumah Duka Titiek Puspa, SBY: Kita Kehilangan Seorang Pahlawan Kebudayaan

FAZ • Friday, 11 Apr 2025 - 12:11 WIB

JAKARTA - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), turut hadir di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengirimkan doa bagi mendiang penyanyi legendaris, Titiek Puspa, yang wafat pada usia 87 tahun.

SBY menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian sang maestro seni yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia seni, budaya, dan kegiatan sosial.

“Ya, kita kehilangan seorang pahlawan kebudayaan, kalau boleh saya mengatakan demikian. Ibu Titiek Puspa mengabdikan hidupnya untuk dunia seni budaya dan juga sosial,” ujar SBY saat ditemui di Rumah Duka Titiek Puspa, Jakarta, Jumat (11/4/2025).

SBY mengenang Titiek Puspa sebagai seniman lintas generasi yang telah berkarya sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo saat ini. Ia menyebut karya-karya almarhumah selalu membawa keteduhan dan pesan moral bagi masyarakat Indonesia.

“Beliau adalah maestro sejati. Kita mengenal keteduhan dan pesan-pesan moral yang disampaikan oleh almarhumah, terutama melalui seni dan kebudayaan,” tambahnya.

Selama menjabat sebagai Presiden, SBY mengaku sering bersama dengan Titiek Puspa dalam berbagai acara seni dan kebudayaan. Ia mengagumi semangat almarhumah yang tak pernah lelah mengabdi untuk Indonesia melalui karyanya.

“Selama 10 tahun saya memimpin, beliau sering hadir dalam berbagai acara budaya. Sepertinya beliau tidak pernah lelah untuk mengabdikan dirinya bagi Indonesia tercinta,” kenangnya.

Lebih lanjut, SBY mengungkapkan bahwa sekitar tiga bulan lalu, dirinya sempat bertemu dengan Titiek Puspa dalam sebuah pertemuan di Cikeas. Saat itu, almarhumah tengah terlibat dalam proyek pembuatan lagu bersama 35 penyanyi lintas generasi dengan pesan menyelamatkan bumi dan masa depan anak cucu.

“Beliau sangat bahagia saat itu. Lagu tersebut sedang kami persiapkan, dan almarhumah adalah artis yang paling senior di antara 35 penyanyi yang terlibat, dari anak-anak hingga dewasa. Pesan lagu itu adalah menyelamatkan masa depan generasi mendatang,” pungkasnya.