Harga Pangan Stabil, Ekonomi RI Membaik Usai Idul Fitri

MUS • Thursday, 3 Apr 2025 - 10:44 WIB
Foto: Aktivitas di pasar tradisional

Jakarta — Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menilai salah satu faktor perbaikan ekonomi setelah Idul fitri adalah harga pangan yang cenderung terkendali.

Fakhrul mengatakan momen perbaikan ekonomi dapat terlihat dari ramainya pusat-pusat hiburan masyarakat di berbagai daerah, seperti padatnya Taman Margasatwa Ragunan, kepulauan seribu dan banyak tempat lainnya se-Indonesia.

“Ini adalah tanda-tanda yang baik untuk Indonesia. Dengan kenaikan UMR 6,5% di awal tahun, serta kenaikan gaji guru dan terkendalinya harga pangan,” jelas Fakhrul dalam keterangannya, Rabu (2/4). 

Di banyak daerah, pada hari ketiga lebaran 2025 harga bahan pokok di pasar terpantau stabil.

BACA JUGA: Prospek Positif, Ekonom Asing Yakin Ekonomi Indonesia Tumbuh 5% Tahun Ini

Misalnya di Kabupaten Bojonegoro. Mengutip sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur per tanggal 2 April 2025, beras premium stabil dengan harga Rp 15.000/kg, harga gula kristal putih 17.250/kg, harga minyak goreng kemasan premium 1 liter stabil dengan harga Rp 21.000

Cabai merah kriting juga stabil dengan harga Rp 50.000/kg, harga cabai merah besar Rp 45.000/kg dan cabai rawit merah stabil dengan harga Rp 95.000/kilogram.

Adapun Indonesia tetap berada dalam kondisi yang stabil di tengah fenomena eggflation yang melanda berbagai negara. Produksi telur nasional melimpah, harga tetap terkendali, dan pasokan terjaga, berbeda dengan negara lain yang mengalami lonjakan harga akibat krisis pasokan dan wabah flu burung.

Per Maret 2025, harga telur ayam ras nasional berada di kisaran Rp 29.475 per kilogram, lebih rendah dibandingkan negara lain seperti Swiss, Selandia Baru, dan Amerika Serikat yang mengalami kenaikan harga signifikan.