
Jakarta - Jelang hari raya Idul Fitri 1446 H pemudik yang akan pulang ke kampung halaman terus mengalami peningkatan di stasiun kereta dan terminal transportasi umum.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah - Kemendikdasmen melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau Badan Bahasa secara serentak membagikan buku bacaan gratis yang dikhususkan bagi anak-anak
Buku-buku dibagikan kepada anak yang ikut melakukan mudik guna mengisi waktu untuk tinhkatkan kembali gemar membaca buku.
Kegiatan ini salah satunya secara resmi dilakukan di Terminal Bus Kali Deres , Jakarta Barat, pada Rabu (26/4) yang mengangkat tema “ Mudik Asyik Baca Buku Tahun 2025”.
“Buku-buku bacaan ini merupakan sumber pustaka pengayaan kegiatan literasi yang diharapkan akan menjadi daya tarik bagi anak-anak Indonesia untuk gemar membaca dan meningkat kemampuan literasinya,” ujar Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo dalam membuka acara ini.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnain dan aparat Kepolisian Sektor Kalideres dan maayarakat pemudik.
Menurut Imam, momen mudik dapat menjadi sebagai salah satu jalan untuk mengenalkan dan mendekatkan buku bacaan versi cetak kepada anak-anak sehingga kegemaran membaca mereka dapat tumbuh dan meningkat.
“Untuk mengusir kejenuhan pada saat mudik, ketika menunggu keberangkatan bus, kereta, atau pesawat atau pada saat dalam perjalanan darat dan udara, anak-anak dapat membaca buku bacaan daripada mereka bermain gawai yang kontennya kadang-kadang di luar kontrol orang tua,” katanya.
Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 hari, yaitu pada tanggal 26 dan 27 Maret 2024 secara serempak di enam lokasi, yaitu Terminal Kalideres, Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Terminal Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, dan Bandara Halim Perdanakusuma. Pada masing-masing lokasi tersebut disediakan sekitar 3.500 buku dari total 20.000 buku untuk anak-anak dan masyarakat umum baik yang disediakan di gerai baca maupun yang dibagikan secara gratis.
Dilakukan Serentak
Kegiatan “Mudik Asyik Baca Buku Tahun 2025”, secara resmi dibuka oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama dengan Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian di Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat, Rabu (26/3).
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan fokus utama program ini adalah menyediakan bahan bacaan yang bermutu dan menarik serta edukatif bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh.
“Dengan adanya titik baca di lokasi-lokasi strategis ini, masyarakat dapat lebih mudah mengakses bahan bacaan berkualitas secara gratis,” terang Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
Pengalaman menarik membaca buku bermutu diharapkan akan menjadi pengalaman yang mengesankan dan akan menjadi kenangan bagi anak-anak serta akan meningkatkan minat baca dan aktivitas literasi. Oleh karena itu, Menteri Mu’ti berharap, lewat buku bacaan bermutu dapat menumbuhkan minat baca sejak dini dan mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai selama perjalanan mudik.
“Ini sebuah acara yang sangat bagus dan sangat mendidik serta memberikan nuansa yang menyenangkan agar para pemudik dapat mengisi perjalannya dengan membaca buku. Kami berharap para pemudik dapat menikmati perjalan dengan gembira dan mendapat inspirasi dari perjalanan mudiknya,” tutur Menteri Mu’ti.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang membantu mewujudkan program MABB ini.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyediakan buku-buku bacaan yang menarik. Buku-buku ini tidak hanya bisa dinikmati secara fisik namun juga bisa diakses secara digital melalui aplikasi Tripper dan Pasflix sehingga makin memudahkan untuk diakses di perjalanan. Semoga aktivitas ini bisa meningkatkan budaya literasi di masyarakat,” ujar Hafidz.
Ditempat yang sama, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengaku bangga dengan berbagai program inovatif dan bermanfaat yang digagas Kemendikdasmen. Menurutnya, membaca buku bisa menjadi alternatif yang menarik ketika menunggu kereta maupun sebagai ‘teman’ di perjalanan.
“Dengan membaca buku, kita dapat mengisi waktu dan juga mendapat ilmu,” tuturnya.
Berkomentar tentang pengadaan buku bacaan bermutu, Hetifah mengatakan hal tersebut bisa menjadi solusi untuk meningkatkan budaya dan minat baca khususnya bagi generasi muda. Ia menilai, buku-buku yang dibagikan pada kesempatan ini sangat menarik bagi anak-anak. Mulai dari desain, format, dan isi ceritananya.
“Buku di sini bagus format desain dan banyak cerita daerah juga yang diangkat dan diterjemahkan tidak hanya ke dalam bahasa Indonesia tapi juga bahasa Inggris. sehingga secara tidak langsung, kita juga menerapkan Trigatra Bangun Bahasa yaitu mengutamakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” tandas Hetifah.
Mudik Asyik Baca Buku (MABB) didukung oleh berbagai pihak, termasuk Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), serta beberapa penerbit dan komunitas literasi. Dukungan juga diberikan oleh PT Macanan Jaya Klaten, PT Temprina, CV Aldeaz Sejahtera Printing, PT Gramedia, Solo Murni, Arya Duta, Asia Foundation, Pusat Perbukuan, Tripper, Pasflix, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dan Dinas Kominfotik DKI Jakarta. Kerja sama lintas sektor ini bertujuan untuk memastikan distribusi buku yang merata dan terselenggaranya kegiatan dengan optimal. Selain menyediakan buku bacaan, dalam acara MABB ini juga akan dilangsungkan sesi interaktif seperti mendongeng, kuis literasi, dan edukasi mengenai pentingnya membaca.