Universitas Nusa Mandiri (UNM) dengan Program IEP 3+1, Kurangi Jumlah Pemuda NEET di Indonesia

ANP • Monday, 24 Mar 2025 - 19:33 WIB

Jakarta - Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa pada tahun 2024, sekitar 20,31% dari penduduk muda Indonesia berusia 15-24 tahun, yang sering disebut sebagai Generasi Z, berstatus NEET (Not in Education, Employment, or Training), Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, hadir dengan solusi untuk mengurangi angka tersebut melalui program 3+1 atau Internship Experience Program (IEP).

Program ini merupakan kombinasi antara pendidikan akademik dan pengalaman kerja langsung yang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia profesional. Dalam program ini, mahasiswa menempuh pendidikan selama 3 tahun di kampus dan kemudian melanjutkan 1 tahun magang di perusahaan, sehingga mereka mendapatkan pengalaman langsung yang sangat berharga dan siap bekerja setelah lulus.

Rektor Universitas Nusa Mandiri (UNM), Prof Dr Dwiza Riana menyampaikan bahwa angka NEET yang terus meningkat menjadi perhatian besar, mengingat dampaknya terhadap masa depan generasi muda. Dengan banyaknya pemuda yang tidak memiliki pekerjaan atau pendidikan lanjutan, Universitas Nusa Mandiri berkomitmen untuk mengurangi angka NEET ini dengan menghasilkan lulusan yang tidak hanya terdidik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis melalui pengalaman magang di perusahaan ternama.

“Melalui program 3+1 atau Internship Experience Program (IEP), mahasiswa UNM tidak hanya akan mendapatkan gelar akademik, tetapi juga keterampilan profesional yang sangat diperlukan dalam dunia kerja. Kami percaya bahwa pendidikan yang menggabungkan teori dan praktik adalah kunci untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga siap bersaing di industri,” papar Prof Dr Dwiza dalam keterangan rilis, Senin (24/3).

Dengan mengikuti program 3+1, tegas Prof Dwiza, mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) akan memiliki kesempatan untuk bekerja langsung di perusahaan, memperdalam wawasan industri, serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Di sisi lain, magang ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun jejaring profesional yang dapat mempermudah mereka mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan Universitas Nusa Mandiri dapat menghindari status NEET dan benar-benar terjun ke dunia kerja dengan kompetensi yang siap pakai,” ujar Prof Dwiza.

Ia menegaskan bahwa Program IEP 3+1 dari UNM ini dapat menjadi solusi bagi generasi muda Indonesia yang terhambat untuk memperoleh pekerjaan atau pendidikan lanjutan. Selain memberikan pendidikan yang berkualitas, pengalaman kerja yang relevan dapat membuka lebih banyak peluang bagi para mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya sekadar menjadi pengangguran, tetapi lebih terintegrasi dengan dunia kerja.

“Universitas Nusa Mandiri sebagai institusi pendidikan tinggi yang fokus pada pengembangan teknologi dan kewirausahaan, dengan visi untuk menghasilkan lulusan yang siap pakai dan berkompeten di dunia industri. Melalui berbagai program unggulan, termasuk program IEP 3+1, UNM berkomitmen untuk berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing global,” tutupnya.