Prancis Bangkit dari Keterpurukan ke Semifinal Nations League Lewat Drama Adu Penalti  

FAZ • Monday, 24 Mar 2025 - 17:12 WIB

JAKARTA - Prancis berhasil melaju ke semifinal UEFA Nations League setelah menundukkan Kroasia 5-4 dalam adu penalti di Stade de France, Senin (24/3/2025) dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan timnas Prancis yang berbalik dari agregat 0-2 setelah leg pertama di Split, Kroasia.  

Kroasia datang ke Paris dengan keunggulan dua gol, tetapi Prancis langsung menyerang sejak menit awal. Babak pertama diwarnai dominasi Les Bleus dengan 12 tembakan dan 65% penguasaan bola. Kiper Dominik Livakovic menjadi penghalang utama dengan serangkaian penyelamatan brilian, termasuk menghalau tembakan jarak dekat Kylian Mbappé dan Antoine Griezmann, sehingga skor tetap 0-0 hingga turun minum.  

Tekanan Prancis akhirnya membuahkan hasil di menit 52 melalui gol spektakuler Michael Olise. Pemain Crystal Palace itu melengkungkan tendangan bebas melewati tembok pertahanan dan menggetarkan jala Kroasia. Di menit 80, Ousmane Dembélé menyamakan agregat 2-2 setelah memanfaatkan umpan terobosan Olise, memaksa pertandingan ke perpanjangan waktu.  

Kroasia lebih menguasai bola di babak tambahan, tetapi gagal menciptakan peluang berbahaya. Livakovic kembali menjadi pahlawan dengan menyelamatkan tembakan Olivier Giroud dari jarak dekat. Skor tetap imbang hingga akhir perpanjangan waktu, mengarahkan laga ke adu penalti.  

Drama terjadi di titik putih. Kroasia gagal di dua eksekusi awal melalui Luka Modrić dan Josko Gvardiol, sementara Prancis juga melewatkan dua penalti dari Mbappé dan Griezmann. Skor imbang 4-4 bertahan hingga penendang ketujuh, ketika Josip Stanisic gagal menaklukkan Mike Maignan. Dayot Upamecano kemudian menjadi pahlawan dengan mengeksekusi penalti penentu kemenangan 5-4.  

Kemenangan ini menegaskan mental juara Prancis sebagai tim papan atas Eropa. Performa gemilang Olise (1 gol + 1 assist) dan ketenangan Upamecano di momen krusial menjadi kunci keberhasilan. Les Bleus kini bersiap menghadapi Spanyol di semifinal Juni 2025 dengan ambisi meraih gelar Nations League kedua.  

Bagi Kroasia, kekalahan ini menandai akhir perjalanan generasi emas Modrić dan Ivan Perišić. Meski tampil heroik, ketajaman lini serang menjadi kelemahan. Kiper Livakovic menjadi sorotan dengan 9 penyelamatan sepanjang laga, sementara kemunculan pemain muda seperti Nikola Moro memberi harapan untuk masa transisi.  

Pertandingan ini menjadi cerminan persaingan sengit di Nations League. Prancis membuktikan kemampuan bangkit dari tekanan, sementara Kroasia harus fokus membangun tim baru jelang kualifikasi Piala Dunia 2026. Kedua tim kini mengalihkan perhatian ke tantangan berikutnya, dengan Prancis bertekad mempertahankan reputasi, dan Kroasia berbenah untuk era baru.
(SHA)