Kemensos dan BP Taskin Siapkan Sekolah Rakyat Berasrama untuk Pengentasan Kemiskinan

ANP • Tuesday, 18 Mar 2025 - 13:55 WIB

Jakarta, – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) tengah merancang program Sekolah Rakyat Berasrama sebagai bagian dari upaya percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan bagi masyarakat miskin ekstrem, termasuk anak-anak jalanan yang belum terdata secara administratif.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam pertemuan dengan BP Taskin, menyatakan bahwa kerja sama ini akan melibatkan berbagai pihak guna mempercepat pengentasan kemiskinan, khususnya di beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

"Intinya kita mendiskusikan berbagai hal yang terkait dengan pengentasan kemiskinan, khususnya kerja bersama untuk membuat program-program kolaborasi. Salah satunya adalah Sekolah Rakyat Berasrama, yang bertujuan untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan pendidikan yang layak," ujar Gus Ipul di Jakarta, Selasa (18/3/2025)

Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari arahan Presiden RI untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dengan pendekatan berbasis pendidikan. Sekolah ini dirancang tidak hanya untuk tingkat SMA, tetapi juga dapat berlanjut hingga perguruan tinggi bagi mereka yang berpotensi.

"Kami melihat ini sebagai langkah strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan dan kebodohan. Selain itu, lulusan sekolah ini nantinya akan diarahkan ke program-program strategis pemerintah, seperti pembangunan tiga juta rumah dan program makan bergizi gratis," kata Budiman.

Menyasar Kaum Miskin Ekstrem dan Anak Jalanan

Program ini juga menargetkan anak-anak yang tidak terdata di sistem administrasi negara, seperti pemulung dan gelandangan. Wakil Kepala BP Taskin, Nanik Sudaryati Deyang, menyebutkan bahwa berdasarkan laporan awal dari Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), terdapat sekitar 4,2 juta pemulung di Indonesia, di mana 50% di antaranya tidak memiliki KTP.

"Mereka ini adalah kelompok yang selama ini tidak terjangkau oleh program bantuan sosial. Dengan Sekolah Rakyat Berasrama, kami ingin memberikan mereka kesempatan mendapatkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik. Sementara itu, orang tua mereka akan diberikan pelatihan kerja atau opsi transmigrasi agar ekonomi keluarga mereka membaik," jelas Nanik.

Gus Ipul menambahkan bahwa Kemensos akan berkoordinasi dengan Dukcapil untuk memastikan kelompok ini dapat terdata dengan baik. Selain itu, pendanaan untuk program ini tidak hanya akan mengandalkan anggaran negara, tetapi juga melibatkan partisipasi sektor swasta melalui dana CSR dan hibah yang tidak mengikat.

Dengan berbagai langkah ini, diharapkan program Sekolah Rakyat Berasrama dapat menjadi solusi nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.