
Jakarta - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dihentikan sementara karena anjlok terlalu dalam hingga 5%. Pada pukul 11.19 IHSG berhenti di level 6.149 setelah anjlok 4,99%.
Sejumlah indeks lain turun tajam seperti LQ45 turun 4,06% ke 699,75, JII anjlok 5,3% ke 395,30. Sementara IDX30 dan MNC36 masing-masing turun sekira 4%.
Pergerakan IHSG sudah melemah sejak awal perdagangan. Pagi ini, IHSG turun 0,57% ke level 6.434,99. Sebanyak 184 saham menguat, 129 turun, dan 644 lainnya stagnan.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan penghentian sementara ini dilakukan sesuai Surat Keputusan Direksi BEI tentang Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan dalam Kondisi Darurat. Keputusan trading halt merupakan langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas pasar di tengah tekanan jual yang signifikan.
“Perdagangan dilanjutkan pukul 11:49:31 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan,” ujar Kautsar dalam keterangan resminya, Selasa (18/3).
Jika mengacu pada Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Nomor S-274/PM.21/2020 tanggal 10 Maret 2020, apabila terjadi penurunan IHSG yang sangat tajam dalam satu hari, maka BEI harus melakukan tindakan berikut:
1. Menghentikan perdagangan saham selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lebih dari 5%.
2. Menghentikan perdagangan saham selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan lebih dari 10 menit.
3. Trading suspend jika IHSG mengalami penurunan lanjutan sampai lebih dari 15%. Proses trading suspend bisa berlangsung hingga akhir sesi perdagangan atau lebih dari satu sesi setelah mendapatkan persetujuan OJK.