FILM Invincible Swordsman, Adaptasi Novel Pendekar Hina Kelana

MUS • Thursday, 13 Mar 2025 - 05:46 WIB

Genre: Martial Arts, Mandarin
Sutradara: Luo Yiwei
Pemeran: Zhang Yuqi, Huang Xiyan, Terence Yin
Durasi: 2 jam 
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 12 Maret 2025

Invincible Swordsman dibuka dengan perkelahian seru Invincible East. Mengandalkan jurus sakti memanfaatkan tajamnya serangan jarum, benang, dan kain merah, Invincible East mengalahkan lawannya yang maju dengan kekuatan penuh.

Invincible East memenangkan pertarungan dengan cara yang dingin namun kejam. Lawannya tak terima. Penonton pun merasa yakin, Invincible East adalah antagonis yang harus dihabisi. Perempuan berkain merah itu menjadi sasaran para pendekar. 

Pada bagian selanjutnya, kita berkenalan dengan Linghu Chong. Dia diajarkan oleh sang guru, semua orang membuat pilihan yanga tidak dapat dimengerti orang lain. Prinsip tersebut dialami Linghu Chong, yang jago pedang namun sebenarnya tak ingin berkonflik dengan siapa pun. Dia memilih untuk mundur dari kacaunya dunia persilatan.

Linghu Chong hanya berguru dalam kesepian di pegunungan Cina. Dia diceritakan jago silat, tetapi memilih untuk bersikap rendah hati, suka mabuk, dan penyuka makan enak termasuk bebek Peking yang terlihat sedap disantap pada musim dingin di dataran tinggi.

Dalam suatu kesempatan, Linghu Chong berkontak dengan Invincible East, pemimpin sekte yang dianggap sesat. Tanpa tahu jati diri Invincible East, Linghu Chong menolongnya dan menjalin relasi tak terduga.  

Linghu Chong tak menyadari, kedekatannya dengan Invincible East sesungguhnya membawa petaka. Persaingan antarsekte yang terjadi di sekitar mereka, nantinya menyeret hubungan baik mereka ke pertarungan tak terelakkan. 

Diadaptasi dari novel silat karya Jin Yong berjudul The Smiling, Proud Wanderer atau yang dikenal di tanah air, Pendekar Hina Kelana; Invincible Swordsman menghadirkan jurus-jurus kungfu dengan mengandalkan visualisasi CGI. 

Kemajuan teknologi telah membantu para penggemar kungfu dimanjakan dengan jurus-jurus yang bisa ditampilkan secara lebih apik. Para pelakonnya dapat melompat, menyerang, memukul, menusuk, mengibaskan pedang, dan melepaskan kekuatannya dalam adegan yang rapi dan meyakinkan.