
JAKARTA – Indonesia dan Vietnam semakin mempererat hubungan bilateral mereka, berlandaskan kesamaan sejarah dalam perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme. Kesamaan nilai dan semangat kemandirian menjadi fondasi kuat bagi kedua negara dalam memperkuat kerja sama di berbagai sektor.
Dewan Pakar Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Dr. Darmansjah Djumala, menyoroti kunjungan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis Vietnam (PKV), To Lam, ke Indonesia pada 10 Maret 2025, sebagai momen penting dalam peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Vietnam.
"Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, pertahanan-keamanan, hingga pertukaran pendidikan," ujar Djumala dalam keterangannya, Rabu (12/3/2025).
Djumala menekankan bahwa hubungan bilateral ini seharusnya ditingkatkan menjadi comprehensive strategic partnership guna memperkuat stabilitas kawasan, terutama di Laut China Selatan.
"Indonesia dan Vietnam memiliki semangat kemandirian dalam politik luar negeri mereka. Ini merupakan fondasi kuat bagi kerja sama strategis yang lebih luas," tambahnya.
Pertemuan Presiden Prabowo dan Sekjen PKV
Dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto, To Lam membahas sejumlah isu strategis, termasuk peningkatan kerja sama ekonomi, pertahanan, pertukaran militer, dan patroli bersama di wilayah perairan.
Kedua negara juga menetapkan target ambisius untuk menjadi negara maju pada tahun 2045. Kemitraan strategis yang erat diyakini dapat membantu pencapaian tujuan tersebut, sekaligus menjaga stabilitas kawasan Asia Pasifik.
"Dengan adanya kesamaan sejarah dan nilai, Indonesia dan Vietnam dapat membangun kemitraan strategis yang kokoh demi stabilitas dan kesejahteraan bersama," pungkas Djumala.