
PURWAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengajak seluruh pesantren di Indonesia untuk menerapkan pengelolaan sampah yang baik guna mengurangi jumlah sampah di tanah air.
"Semakin banyak sampah yang kita keluarkan, semakin banyak tanggung jawab yang harus kita hadirkan untuk menyelesaikan ini," ujar Menteri Hanif dalam kegiatan Asta Aksi Pesantren Bebas Sampah yang digelar di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3, Purwakarta, Sabtu (7/3/25).
Sebagai contoh, ia menyebutkan Pondok Pesantren Al-Muhajirin yang memiliki hampir 7.000 santri di seluruh cabangnya. Menurutnya, jika setiap orang menghasilkan 0,5 kilogram sampah per hari, maka pesantren tersebut berpotensi menghasilkan 3,5 ton sampah setiap harinya.
"Ini angka yang cukup besar. Oleh karena itu, penting bagi seluruh pesantren untuk bisa mengelola sampahnya dengan baik dan benar," tambahnya.
Menteri Hanif mengusulkan sejumlah langkah praktis untuk mengurangi timbunan sampah di pesantren.
“Salah satunya adalah dengan membiasakan makan secukupnya untuk mengurangi *food waste*. Saat ini, sampah makanan di Indonesia mencapai 50 persen dari total sampah organik,” ucap Hanif.
Selain itu, ia juga menganjurkan penggunaan barang-barang yang dapat dipakai berulang kali, seperti tumbler sebagai pengganti botol plastik sekali pakai.
"Kita tekadkan bersama mulai hari ini kita gunakan tumbler-tumbler yang bisa diguna ulang. Ini penting untuk mengurangi sampah yang kita produksi," tegas Hanif.
Sebagai informasi, Kegiatan Asta Aksi Pesantren Bebas Sampah merupakan bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025. Acara ini diikuti oleh ribuan santri dari Pondok Pesantren Al-Muhajirin, serta ribuan santri dari tujuh pesantren dari berbagai daerah yang turut hadir secara virtual.