Ciptakan Budaya Saintifik, Wujudkan Indonesia Maju dan Berdaya Saing 

AKM • Saturday, 8 Mar 2025 - 09:55 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto Berikan Pemaparan Kepada Media Terkait Program Kerja (Istimewa)

Jakarta - Upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih baik terus dilakukan pemerintah. salah satunya adalah dengan menciptakan budaya Saintifik dikalangan masyarakat.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan dirinya akan membentuk budaya saintifik, sebagai landasan agar Indonesia lebih maju dan berdaya saing. 

"Yang ingin kita bangun itu ya budaya yang ilmiah, scientific culture, budaya yang membuat orang-orang itu terbiasa dengan pengetahuan. Jadi, berusaha kehidupan sehari-harinya itu basisnya pengetahuan begitu ya," kata Mendiktisaintek dalam kegiatan Buka Puasa bersama Media di Jakarta, Jumat (7/3).

Menteri Brian menyoroti berbagai kebiasaan masyarakat Indonesia secara umum pada saat ini, di mana banyak di antara mereka yang terlalu mudah dipengaruhi oleh berbagai informasi simpang siur, yang dapat memicu emosi masyarakat.

Menurut  Brian, pada saat ini mereka  terlalu mudah dipengaruhi oleh berbagai informasi simpang siur, yang dapat memicu emosi masyarakat. Hal tersebut menjadikan masyarakat menjadi tidak bisa memandang sesuatu hal secara empiris.

"Ini (budaya saintifik) yang kita ingin bangun di Indonesia, sebab inilah basis kemajuan suatu bangsa. Jadi, ketika semua masyarakat sudah berbasis pengetahuan, membaca menjadi budaya, bersekolah menjadi kesenangan, begitu ya. Jadi, pencapaian seseorang itu dinilai dari kemampuannya membangun kapasitas pengetahuan," paparnya.

Menteri Brian berharap ke depan akan banyak anak-anak Indonesia yang memiliki cita-cita untuk menjadi seorang ilmuwan, yang dinilai pada saat ini kurang diminati oleh kebanyakan anak Indonesia.

Ia menilai Indonesia sangat membutuhkan ilmuwan dalam jumlah banyak untuk dapat bersaing dengan negara maju. Sebab, profesor yang mengenyam pendidikan pascasarjana di Jepang itu mengungkapkan bahwa negara tempatnya menuntut ilmu itu memiliki ribuan peneliti yang berfokus untuk melakukan penelitian di satu bidang saja.

"Melalui pembentukan budaya saintifik, Mendiktisaintek berharap Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara maju lainnya, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," tandasnya.

Polemik Gelar Doktor Bahlil Lahadalia.

Universitas Indonesia telah mengeluarkan keputusan terkait polemik gelar Doktor Program Doktor Sekolah Kajian Strategik dan Global (SKSG) Bahlil Lahadalia perlu perbaikan.

Brian Yuliarto menyebutkan keputusan yang diambil oleh Universitas Indonesia terkait disertasi Bahlil Lahadalia merupakan keputusan yang terbaik.

"Kami percaya rektor bersama seluruh jajaran pimpinan -UI- dapat mengambil keputusan terbaik untuk semuanya," kata Brian

Brian mengatakan, keputusan yang diambil oleh UI terkait disertasi Bahlil Lahadalia merupakan keputusan yang diambil secara tidak sembarangan, sebab hal tersebut melibatkan peran serta guru besar dan senat di UI.

"Rasanya apa yang dianalisis sudah meliputi semua faktor, semua parameter, itu tentunya para pimpinan dan guru besar UI bisa dan mereka yang tahu -keadaan- di sana," tambahnya.

Mendiktisaintek juga menegaskan pihaknya mempercayai seluruh keputusan yang dibuat oleh UI, yang memiliki otoritas penuh terhadap keputusan tersebut.

"Tentunya kan dari UI sudah melibatkan semua stakeholder begitu ya, pimpinannya. Kami yakin di sana kan prominen juga para profesor, senat, dan itu semua prominen. Saya yakin mereka akan mempertimbangkan sebaik-baiknya untuk semua," ucap Brian Yuliarto.