UBS: Investor Swasta Puji Pendekatan Profesional Danantara

MUS • Thursday, 6 Mar 2025 - 20:51 WIB
Foto: Pimpinan Danantara, Pandu Sjahrir (Kanan)

Jakarta — Investor swasta mengapresiasi pendekatan profesional Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Antusias itu terlihat usai Chief Information Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menghadiri sebuah sesi di Singapura dengan para investor. 

Riset UBS Indonesia tertanggal 5 Maret melaporkan, kedatangan Pandu ke forum UBS OneASEAN Summit 2025 di Singapura pada 3-4 Maret lalu, menjadi panggung pertama bagi Danantara untuk bertemu dengan para investor global.

Acara itu dihadiri lebih dari 30 investor global dengan total aset kelolaan (Asset Under Management/AUM) sekitar US$ 2,5 miliar di Indonesia.

“Investor swasta antusias terhadap Danantara dan mengapresiasi pendekatan korporat dan profesional di dalamnya. Investor yang sudah berpengalaman di Indonesia pun tetap optimistis dan secara aktif mencari peluang investasi di bidang infrastruktur, energi terbarukan, dan pusat data atau data center,” sebut UBS dalam laporannya yang dikutip Kamis (6/2).

UBS menyebut Danantara semestinya menjadi sentimen positif di pasar karena dividen yang akan lebih tinggi dan tata kelola yang lebih baik.

Dalam diskusi panel, Pandu menyoroti beberapa hal, di antaranya struktur Danantara termasuk kerangka tata kelolanya, skema pendanaannya, kemajuan Danantara, dan mandat investasinya.

“Kami percaya adanya Danantara harus menjadi perkembangan positif bagi BUMN Indonesia dengan potensi dividen yang lebih tinggi dan tata kelola BUMN yang lebih baik,” jelas UBS.

BACA JUGA: Apresiasi Pembentukan Danantara, Ekonom: Menciptakan Lapangan Kerja Baru

Dipaparkan dalam riset itu bahwa untuk memastikan checks and balances, Danantara akan memiliki dewan direksi yang independen, audit internal, dan komite investasi yang profesional. 

“Danantara juga bisa merekrut tenaga profesional dari luar Indonesia,” tulis UBS.

Dari sisi pendanaan, dijelaskan oleh Pandu bahwa modal awal bagi Danantara sebesar US$ 20 miliar akan disuntikkan dalam 12 bulan mendatang yang berasal dari dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kelebihan atau surplus anggaran negara, serta hasil dari realokasi fiskal.

Dijelaskan pula bahwa dalam waktu dekat, fokus Danantara masih seputar pembentukan tim. Meski begitu, Danantara telah memulai identifikasi proyek investasi dengan total nilai US$ 65 miliar.

Dari segi mandat investasi, disebutkan bahwa Danantara sebagai investor holding (IH) mengharuskan dirinya sendiri untuk menghasilkan return di atas biaya modalnya. 

Danantara juga terbuka untuk investasi swasta dan publik, meskipun khusus untuk investasi publik, Danantara akan mencari keseimbangan agar tidak menciptakan efek crowding out.  

Pada investasi swasta, dirangkum bahwa fokus utama Danantara adalah dalam industri hilir, energi terbarukan, infrastruktur digital, ketahanan energi, dan ketahanan pangan.