
Genre: Horor
Sutradara: Osgood Perkins
Penulis: Stephen King, Osgood Perkins
Produksi: Neon Films, Black Bear
Pemeran: Theo James, Tatiana Maslany, ELijah Wood
Durasi: 1,5 jam
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 5 Maret 2025
The Monkey diusung nama-nama besar khususnya di genre horor dan misteri. Bangku sutradara dipercayakan ke Osgood Perkins, penulis dan sutradara Longlegs. Kisahnya diangkat dari cerita pendek penulis horor ternama, Stephen King.
Penulisan skenario diramu bersama Stephen King dan Osgood Perkins, di bawah naungan produser James Wan yang pernah sukses dengan rangkaian The Conjuring serta Saw.
Cerita The Monkey berpusat pada mainan monyet tua yang punya kekuatan mematikan. Saudara kembar Bill dan Hal menemukannya di loteng milik ayah mereka. Ketika dimainkan, serangkaian kematian mengerikan pun dimulai.
Seperti Final Destination, di mana maut datang dengan cara tak terduga, orang-orang di sekitar Bill dan Hal tewas mengenaskan. Segala cara ditempuh agar mainan tersebut bisa dilenyapkan. Namun si iblis punya rencana lain.
25 tahun kemudian, mainan jahat yang suka membunuh anggota keluarga, telah kembali. Hall sudah menjadi bapak-bapak dan harus berpikir keras menghentikan kematian demi kematian, yang tidak dapat dijelaskan. Bersama kembarannya, mereka harus memulai misi menghilangkan monyet terkutuk itu, selamanya.
Dalam wawancara reporter The Wrap, Drew Taylor, sutradara Osgood Perkins menghubungkan emosi dan tragedi kematian dalam The Monkey dengan apa yang terjadi ketika ibunya meninggal dalam serangan 9/11 (ibunya berada di American Airlines Penerbangan 11) dan bagaimana dia dan saudaranya, musisi Elvis Perkins, menghadapi tragedi itu dengan cara yang berbeda.
“Kita adalah orang-orang yang sangat berbeda, yang berbagi pengalaman yang sama, tetapi tidak mungkin merespons dengan cara yang lebih berbeda,” kata Perkins.
Menurutnya, rekonsiliasi seputar kematian dan relasi dengan saudaranya menjadi penting, begitu pula humor. “Saat Anda mengalami sesuatu yang tragis, itu berat untuk waktu yang lama dan kemudian berubah. Anda bertambah tua dan jika Anda cukup beruntung untuk mendapatkan dukungan dan Anda beruntung berada dalam kehidupan yang mampu memberikan bantuan, Anda dapat tumbuh menjadi sesuatu yang lain,” terang Perkins.
Bernuansa kengerian horor sadis tahun 1980-an dalam suasana yang serba gelap, The Monkey siap menghibur penggemar tanpa efek kejut kehadiran makhluk-makhluk gaib seperti yang marak di layar lebar nasional belakangan ini.