
Jakarta – Perkembangan teknologi informasi yang pesat dalam era digital telah menyebabkan banyak perubahan besar dalam berbagai bidang, antara lain bidang bisnis. Pelaku bisnis perlu memahami dampak positif dari emerging technology karena dapat membantu bisnis menjadi lebih efisien, efektif, dan kompetitif.
Universitas Bunda Mulia (UBM) melalui BM Academy melakukan kerja sama kemitraan strategis dengan CertNexus, penyedia sertifikasi internasional terkemuka di bidang emerging technology, khususnya bidang Artificial Intelligence (AI), Data Science, Data Ethics, dan Cyber Security. Kolaborasi ini bertujuan untuk membekali para pelaku bisnis di Indonesia, akademisi dan mahasiswa dengan kompetensi dan sertifikasi yang diakui secara global di bidang emerging technology.
Kemitraan antara BM Academy dan CertNexus, yang juga dikenal sebagai vendor terpercaya Department of Defense (DoD) Amerika Serikat ini merupakan langkah strategis untuk mendukung upaya dunia bisnis di Indonesia memanfaatkan emerging technology secara efektif.
Dekan Fakultas Teknologi dan Desain Universitas Bunda Mulia Dr Fransiskus Adikara mengatakan bisnis yang mampu mengikuti perkembangan teknologi terbaru akan memiliki keunggulan yang signifikan dalam persaingan di pasar.
“Pemanfaatan AI misalnya, dapat mengotomatisasi tugas-tugas rutin, meningkatkan personalisasi layanan, dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujarnya kepada Media, di Kampus UBM, Jakarta, Jum’at (28/1).
Frans juga menyoroti pentingnya pelaku bisnis memahami data ethics.
"Banyak yang membicarakan isu etika data, namun kurang paham aplikasinya. Kami sengaja memilih secara spesifik sertifikasi internasional dalam etika data, karena pemahaman mengenai etika data dapat membantu bisnis membangun kepercayaan pelanggan, meningkatkan reputasi, dan menghindari masalah hukum,” imbuhnya.
Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Program Studi AI di Universitas Bunda Mulia Dr Hery Heryanto menjelaskan kemitraan dengan CertNexus dapat meningkatkan akses ke sertifikasi inudustri.
“Kami dapat meningkatkan untuk memberikan mahasiswa akses ke sertifikasi industri yang relevan dan mutakhir, yang akan meningkatkan kompetensi dan prospek karir mereka secara signifikan,” ungkap Hery.
Disisi lain, salah seorang Direktur di Logical Operations yang membawahkan CertNexus, juga Master Trainer CertNexus Desmond Devendran, PhD, menyampaikan, Universitas Bunda Mulia adalah satu-satunya Authorised Academic Partner (AAP) CertNexus di Indonesia.
“Dengan memberikan akses ke sertifikasi CertNexus dengan harga terjangkau, kami dapat membantu para pelaku bisnis, akademisi dan mahasiswa di Indonesia untuk memperoleh pengakuan atas kompetensi di bidang emerging technology secara internasional,” tuturnya.
Selain sertifikasi internasional CertNexus di bidang AI, data science, dan data ethics, sertifikasi yang ditawarkan adalah produk unggulan CertNexus dalam bidang cyber security CyberSafeTM dan IRBIZ (Incident Response for Business). Pelaku bisnis di Indonesia perlu memahami cyber security untuk melindungi data sensitif, menjaga kepercayaan pelanggan, dan menghindari risiko finansial.
Kemitraan ini merupakan bukti komitmen BM Academy dan CertNexus untuk mengembangkan kompetensi profesional dan meningkatkan kesiapan menghadapi masa depan bagi Mahasiswa dan maayarakat secara luas.