PNM Liga Nusantara, Sinergi Olahraga dan Pemberdayaan Ekonomi UMKM

ANP • Friday, 28 Feb 2025 - 07:10 WIB

Tangerang – Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, menegaskan bahwa PNM Liga Nusantara bukan hanya ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi bagi para nasabah PNM. Arief menyoroti bagaimana turnamen ini memberikan dampak positif bagi pengembangan atlet serta UMKM di berbagai daerah.

Arief menyebut bahwa banyak pemain dalam event ini berasal dari keluarga nasabah PNM. Sebagai contoh, dari Sumatera Utara sendiri terdapat empat pemain yang berlaga, sementara beberapa lainnya berasal dari tim Tornado FC. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan PNM dalam ajang ini bukan tanpa alasan, mengingat sepak bola merupakan olahraga yang dekat dengan masyarakat.

"Kami tidak salah terlibat dalam event ini. Ini memang olahraga yang paling dekat dengan masyarakat. Harapan kami, ada nilai tambah atas partisipasi ini dalam pengembangan sepak bola dan olahraga lainnya," ujar Direktur Utama PNM Arief Mulyadi saat ditemui usai pertandingan final PNM Liga Nusantara 2024/2025 di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis malam (27/2/2025).

Dampak Ekonomi untuk UMKM Binaan PNM

PNM juga memanfaatkan PNM Liga Nusantara sebagai ajang promosi dan peningkatan ekonomi para mitra binaan. Dengan total 176 pertandingan, turnamen ini memberikan kesempatan bagi nasabah PNM, terutama ibu-ibu pelaku UMKM, untuk berjualan di sekitar lokasi pertandingan.

"Besok kalau ada di Sumut, ibu-ibunya bisa jualan, mama-mama kalian bisa jualan. Ini membuktikan bahwa dari olahraga pun ada economic value yang bisa kita ciptakan," tambahnya.

Selain itu, Arief optimis bahwa keberhasilan tim-tim dalam turnamen ini akan meningkatkan penjualan merchandise daerah masing-masing, yang tentunya diproduksi oleh UMKM lokal.

Menyiapkan Bibit Atlet Masa Depan

PNM juga melihat potensi besar dalam membina pemain sepak bola dari kalangan keluarga nasabah. Beberapa klub dari PNM Liga Nusantara telah dipromosikan ke Liga 2 Pegadaian, yang juga berada di bawah naungan Holding Ultra Mikro. Langkah ini menjadi bagian dari strategi PNM dalam menginventarisir bakat-bakat muda dari berbagai daerah.

"Saat ini kami sudah menaikkelaskan beberapa klub ke Liga 2. Setelah melihat bahwa banyak pemain berasal dari keluarga nasabah, kami mulai mendata bibit-bibit dari bawah," jelas Arief.

PNM terus berkomitmen untuk tidak hanya mendukung pengembangan olahraga, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi mitra binaannya. Melalui konsep pembiayaan kelompok (group lending), di setiap pertandingan, sekitar 20 mitra binaan mendapatkan kesempatan untuk berjualan dan mempromosikan produk mereka, sehingga secara total diperkirakan ada 3.000 pelaku UMKM yang mendapat manfaat dari gelaran ini.

Dengan semangat membangun ekonomi kerakyatan melalui olahraga, PNM berharap bahwa PNM Liga Nusantara akan terus berkembang menjadi ajang pencarian bakat sekaligus wadah pemberdayaan UMKM di Indonesia.