FILM Legends Of The Condor Heroes: The Gallants

MUS • Thursday, 27 Feb 2025 - 07:21 WIB

Genre: Action Mandarin
Sutradara: Tsui Hark
Penulis: Tsui Hark, Song Xin
Berdasarkan: The Legend of the Condor Heroes karya Jin Yong
Pemeran: Xiao Zhan, Zhuang Dafei 
Distributor: Sony Pictures Indonesia 
Durasi: 2 jam 26 menit
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 26 Februari 2025

Legends of the Condor Heroes atau tepatnya The Returns of the Condor Heroes versi televisi Hong Kong, telah menjadi legenda bagi penonton layar kaca tahun 90-an dengan karakter pahlawan Yo Ko, yang diperankan aktor Andy Lau. 

Dirilis pada tahun 1980-an dan tayang pada era awal kemunculan RCTI sebagai tv swasta, The Returns of the Condor Heroes menjadi tayangan tak terlupakan sekaligus pengenalan mengesankan tentang cerita beladiri Cina dengan bintang-bintangnya. 

Berlatar belakang peperangan dinasti Jin dan Song yang penduduknya bersuku Han, pada versi televisi, jago-jago beladiri saling bertarung dalam tampilan sederhana biasanya di kebun, perkampungan, atau rumah tinggal.

Tetapi kini versi layar lebarnya, Legends Of The Condor Heroes: The Gallants menghadirkan kisah klasik kolosal yang sangat masif. Pertarungan demi pertarungan terjadi terutama melibatkan pasukan Mongolia pimpinan Genghis Khan. 

Kehadiran penggambaran kehidupan orang Mongolia lengkap dengan penggunaan bahasa dan bahkan visualisasi pemukiman penduduk dan prajuritnya, menjadi pembeda signifikan dibanding versi televisi. 

Sependek ingatan, The Returns of the Condor Heroes di RCTI, rasanya tak terlalu menggambarkan pertarungan dengan pasukan Mongolia. Terlebih kali ini Genghis Khan ditampilkan di layar lebar dengan porsi penampilan yang cukup banyak. 

Kehadiran kekaisaran Mongolia tersebut terkesan sangat dekat dengan pola militer modern, terasa sangat kontras dengan konflik beladiri adu jurus-jurus maut, yang tak masuk akal, berasal dari Dataran Tengah (dataran Cina). 

Legends Of The Condor Heroes: The Gallants berpusat pada cerita Guo Jing, suku Han dari Dinasti Song yang diangkat anak oleh Genghis Khan. Guo Jing sempat merantau ke kampung halamannya, mencari makam sang ayah, sekaligus berguru ilmu-ilmu beladiri. 

Dia juga jatuh cinta dengan Huang Rong, pendekar perempuan yang bersama Guo Jing dikejar-kejar oleh master Racun Barat. Perjalanan Guo Jing menaklukan musuh-musuhnya dan interaksinya dengan orang Mongolia, menjadi cerita apik.

Tampilan jurus-jurus indah juga telah dikemas meyakinkan, di mana kemajuan teknologi dan efek visual, telah membuat para tokoh yang bertarung menjadi lebih terlihat jagoan. 

Bersiap-siaplah kembali mendengar nama-nama jurus unik seperti Delapan Belas Telapak Tangan Naga yang Turun, Sutra Sembilan Yin, dan Pertarungan Tangan Kanan dan Kiri. 

Sentuhan sutradara dan penulis Tsui Hark, spesialis karya epik semacam Once Upon a Time in China, menjadi jaminan kualitas Legends Of The Condor Heroes: The Gallants yang canggih tetapi setia pada elemen-elemen klasik.