
Jakarta - Sebagai bentuk transparan, pelaporan keuangan termaauk informasi pemasukan dan pengeluaran menjadi penting dilakukan. Langkah ini juga merupakan tanggung jawab dan bentuk penguatan kepercayaan masyarakat terhadap suatu lembaga termasuk lembaga amil zakat.
Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menggelar Public Expose dan Launching Program Ramadhan dengan tema "Ramadhan 1446 H, Bahagia Dengan Berbagi." BMH menyampaikan penghimpunan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) BMH tahun 2020 sampai 2024 dalam Public Expose tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Laznas BMH, Firmanza, S.E, M.Ak mengatakan, digelarnya Public Expose sebagai sebuah media untuk memberikan laporan kepada para donatur.
“Jadi kami sebagai lembaga amil zakat nasional mempunyai kewajiban untuk melakukan transparansi kepada masyarakat, jadi public expose ini menjadi media untuk kita menyampaikan laporan," kata Firmanza di kantor BMH Jakarta, Selasa (25/2).
Menurut Firmanza, Laznas BMH menyampaikan penghimpunan dana zakat, infak dan sedekah sepanjang tahun 2020-2024. Pada tahun 2020, BMH menghimpun Rp 238 Miliar dana ZIS. Pada tahun 2021, BMH menghimpun Rp 270 Miliar dana ZIS.
Pada tahun 2022, BMH menghimpun Rp 275 Miliar dana ZIS. Pada tahun 2023, BMH menghimpun Rp 291 Miliar dana ZIS. Penghimpunan dana ZIS yang dilakukan BMH terus naik, namun pada tahun 2024 mengalami penurunan.
Pada 2024, BMH menghimpun dana ZIS sebesar Rp 268 Miliar. Turun sekitar 7,66 persen dari penghimpunan dana ZIS tahun 2023. Firmanza menjelaskan, target penghimpunan dana ZIS tahun 2024 adalah Rp 315 Miliar. Namun hanya berhasil menghimpun dana ZIS senilai Rp 268 Miliar.
"Masih cukup jauh dari target, kendalanya kondisi ekonomi pasca Covid-19, kondisi gejolak ekonomi tahun 2024, para donatur yang usahanya collapse sehingga mereka yang tadinya donatur (muzakki) menjadi mustahik," ujar dia.
Firmanza mengatakan, ada donatur yang awalnya muzaki meminta bantuan ke BMH karena usahanya mengalami penurunan drastis.
“Di antara mereka ada juga para donatur yang sedang lesu usahanya, hanya meminta dipromosikan produknya oleh BMH,” ungkapnya.
Firmanza juga menyampaikan bahwa Laznas BMH ingin memeriahkan Ramadhan tahun ini sehingga mengajak masyarakat untuk peduli terhadap zakat.
"Peduli, melek terhadap zakat. Tadi yang sudah kita sampaikan bahwa zakat itu bukan sekedar hanya zakat fitrah," ujar Firmanza,
Firmanza mengatakan, pada momentum Ramadhan ini, BMH ingin mengajak para Muslim untuk berzakat.
“ Untuk melek atau sadar bahwa zakat bukan hanya ditunaikan di bulan Ramadhan. Tapi juga di bulan-bulan lainnya,” tandasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya melalui video yang dikirimkam, Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. menyampaikan apresiasi atas inisiatif Laznas BMH dalam menggelar Public Expose dan peluncuran program Ramadhan.
Baginya, kegiatan ini adalah bentuk tarhib Ramadhan, sebuah ekspresi kebahagiaan atas datangnya bulan suci serta harapan untuk meraih berbagai kebaikan di dalamnya.
“Ini mengingatkan kita semua pada salah satu pesan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal,” kata Menag RI, seraya mengutip hadis:
“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah (Ramadhan), diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barang siapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang atau terjauhkan dari kebaikan," ungkapnya.
Dalam kerangka inilah, Menag RI menekankan bahwa tema “Bahagia dengan Berbagi” yang diusung oleh BMH memiliki makna yang menghunjam. Tema ini menurutnya juga pengingat bahwa kepedulian sosial adalah bagian penting dari ibadah di bulan Ramadhan.
“Saya mengapresiasi tema program Ramadhan BMH tahun ini, yaitu Ramadhan 1446 Hijriyah, ‘Bahagia dengan Berbagi’. Tema ini memberikan pesan tentang pentingnya kepedulian. Berbagi adalah keutamaan, wujud nyata dari ketakwaan,” imbuhnya.
Menurut Menag, Ramadhan bukan hanya tentang kesalehan personal, tetapi juga kesalehan sosial. Momentum ini seharusnya dijadikan ajang untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, membantu mereka yang membutuhkan, dan menciptakan harmoni sosial yang lebih baik.
“Semoga di Ramadhan tahun ini kita dapat menebar kebaikan dan kemaslahatan sehingga terwujud masyarakat Indonesia yang berlimpah berkah, makmur, dan sejahtera. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin,” pungkasnya.