Water Taxi Bali Marine Desa Adat Tanjung Benoa Diresmikan

MUS • Monday, 24 Feb 2025 - 10:41 WIB

Tanjung Benoa – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 bersama dengan Socialimpact.ID dan masyarakat adat Tanjung Benoa meresmikan program Water Taxi Bali Marine dalam rangkaian kegiatan Peresmian Water Taxi Bali Marine Desa Adat Tanjung Benoa dan Clean Ocean Festival. 

Kegiatan ini diselenggarakan di Banjar Kertha Pascima, Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali pada Jumat, 21 Februari 2025. Peserta yang hadir sebanyak 80 orang meliputi berbagai instansi pemerintah, tokoh adat, komunitas, dan perwakilan masyarakat.

Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memberikan kontribusi nyata melalui penyerahan UMKM Booth, Ticket Box, serta renovasi kapal Glass Bottom Boat kepada Bendesa Adat Tanjung Benoa. 

Peresmian ini turut dihadiri oleh PLH Eksekutif Direktur PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Johanes Wahyu, Senior Manager Hukum dan Humas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Karlinda Sari dan Bendesa Desa Adat Tanjung Benoa I Made Wijaya.

Dalam sambutannya, Johanes Wahyu menyampaikan bahwa Water Taxi Bali Marine 2025 hadir sebagai solusi transportasi alternatif yang bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas darat di Bali. 

Program ini akan menghubungkan kawasan Tanjung Benoa, Pedungan dan Serangan, memungkinkan wisatawan serta masyarakat lokal untuk menikmati perjalanan laut yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Dengan adanya Water Taxi Bali Marine, kami berharap dapat menciptakan sistem transportasi laut yang nyaman, aman, serta berdampak positif bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat lokal,” ujar Johanes Wahyu.

Sementara itu, Bendesa Adat Tanjung Benoa I Made Wijaya, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan program ini. 

“Kami berharap Water Taxi Bali Marine tidak hanya menjadi daya tarik wisata baru, tetapi juga menjadi sarana transportasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan meningkatnya kunjungan wisata ke Bali, solusi transportasi berbasis laut ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan akibat overtourism yang kini mulai terjadi,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, para peserta juga mengikuti aksi bersih-bersih pantai di Tanjung Benoa untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025. Kegiatan ini menegaskan komitmen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan, sejalan dengan konsep pariwisata berkelanjutan.

Socialimpact.ID, sebagai mitra strategis dalam kolaborasi ini, turut memberikan pendampingan pemberdayaan masyarakat di area Tanjung Benoa dan sekitarnya secara berkelanjutan. 

"Dengan hadirnya Water Taxi Bali Marine 2025, diharapkan dapat menjadi tonggak baru dalam pengembangan transportasi laut berkelanjutan di Bali, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan ramah lingkungan, ungkap Head of Branch Bali Yudha Pratama, pendamping masyarakat dari Socialimpact.ID.

Selain pembangunan infrastruktur pendukung seperti UMKM Booth, Ticket Box, dan renovasi kapal, program ini juga mencakup pelatihan kelembagaan serta peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM lokal. 

Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat secara aktif mengelola dan mengembangkan Water Taxi Bali Marine secara berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi komunitas sekitar.