Indonesia dan Norwegia Perluas Kerja Sama di Sektor Lingkungan Hidup

FAZ • Wednesday, 19 Feb 2025 - 12:29 WIB

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Pemerintah Norwegia membahas potensi perluasan kerja sama di sektor lingkungan hidup. Kolaborasi ini berfokus pada mitigasi perubahan iklim, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta pemanfaatan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono mengatakan bahwa dalam pertemuan dengan Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen, keduanya mendiskusikan berbagai isu penting terkait lingkungan strategi untuk mengurangi emisi serta dampaknya terhadap ekonomi.

"Kami juga setuju bahwa insiatif ini bukan hanya untuk mengurangi emisi, tetapi juga untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan visi bersama, kita bisa mencapai pembangunan yang berkelanjutan," ujar Wamen Diaz dalam konferensi pers di Kantor KLH, Jakarta, Rabu (19/2/25).

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas berbagai sektor terkait penanganan perubahan iklim, seperti pengelolaan sampah, rehabilitasi mangrove, dan restorasi lahan gambut. Selain itu, kedua negara juga menyoroti potensi kerja sama dalam perdagangan karbon, mengingat Indonesia baru meluncurkan perdagangan karbon internasional pada awal tahun lalu.

Sementara itu, Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia Andreas Bjelland Eriksen mengapresiasi hubungan kerja sama yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Norwegia, khususnya dalam pendanaan berbasis kontribusi atau result-based contribution untuk mendukung upaya menekan emisi gas rumah kaca di Indonesia.

"Saya melihat potensi besar dalam kolaborasi yang dapat kita bangun. Kita bisa bekerja sama dalam banyak isu, tidak hanya dalam mempercepat pengurangan emisi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang bernilai bagi Indonesia," pungkas Andreas.