
JAKARTA - Kekalahan Manchester United dari Tottenham Hotspur dengan skor 1-2 pada laga Liga Inggris 2024-2025, Minggu (16/02), memicu spekulasi kuat tentang nasib pelatih Ruben Amorim. Hasil buruk ini membuat Setan Merah terperosok ke posisi 15 klasemen sementara dengan hanya 29 poin, hanya 12 poin di atas Ipswich Town di zona degradasi. Sementara itu, peluang lolos ke Liga Champions musim depan semakin tipis dengan jarak 15 poin dari Manchester City di peringkat empat.
Ruben Amorim, yang baru menangani Manchester United sejak November 2024, mengakui tekanan yang ia hadapi.
“Saya tahu bahwa di klub sebesar ini dan di bawah tekanan seperti ini, Anda selalu berada dalam risiko. Saya sadar akan itu, tapi itu bukan masalah terbesar saya. Bagian tersulit dari pekerjaan ini adalah kekalahan, bukan pemecatan. Saya hanya ingin memenangkan pertandingan,” kata Amorim usai laga.
Performa tim di bawah asuhan Amorim memang jauh dari harapan. Dari 14 pertandingan Liga Inggris yang ia tangani, Manchester United hanya meraih empat kemenangan, dua imbang, dan delapan kekalahan. Kekonsistenan tim menjadi sorotan, terutama di lini pertahanan yang kebobolan 23 gol dalam 14 pertandingan terakhir.
Tantangan berikutnya semakin berat, Manchester United akan menghadapi Everton di Goodison Park, Sabtu (22/02). Everton, yang kini dilatih mantan pelatih dari Setan Merah, David Moyes, kini sedang dalam tren positif dengan empat kemenangan dari tujuh laga terakhir.
Kekalahan dari Everton berpotensi memperpanjang krisis dan memperkuat wacana pemecatan Amorim. Sejumlah media Inggris melaporkan bahwa manajemen Manchester United mulai mempertimbangkan opsi pelatih pengganti, meski belum ada keputusan resmi.
Di tengah situasi ini, fans Manchester United terbelah antara memberi kesempatan lebih lama kepada Amorim atau mendesak perubahan cepat. Hasil di Goodison Park nanti mungkin menjadi penentu akhir nasib pelatih asal Portugal tersebut.
(SHA)