
JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) kembali menggencarkan penelitian terhadap Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Situs megalitik yang disebut-sebut sebagai yang tertua di Indonesia ini sempat mengalami penghentian penelitian pada 2014 karena keterbatasan dana dan pergantian pemerintahan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa penelitian lanjutan akan melibatkan sejumlah ahli arkeologi, termasuk dari luar negeri.
"Jika diperlukan, kami membuka peluang bagi ahli-ahli dari luar negeri untuk melakukan riset lebih lanjut terhadap Situs Megalitikum Gunung Padang," ujar Fadli dalam acara diskusi publik bertajuk “Melihat Kembali Nilai-Nilai Penting Situs Cagar Budaya Nasional Gunung Padang” di Gedung A Kemendikbudristek, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/25).
Fadli menambahkan, berdasarkan berbagai publikasi yang telah ia pelajari, usia Situs Gunung Padang masih menjadi perdebatan.
"Ada yang memperkirakan ratusan tahun, ribuan tahun, bahkan puluhan ribu tahun. Hal ini perlu diteliti lebih dalam untuk memperkaya informasi mengenai situs ini," jelasnya.
Selain sebagai peradaban kuno, ia juga menegaskan bahwa situs ini bukan terbentuk secara alami, melainkan hasil karya manusia.
"Dari susunan bebatuannya, terlihat jelas bahwa ini adalah buatan manusia," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Arkeolog Universitas Indonesia (UI) Dr. Ali Akbar mengungkapkan bahwa Gunung Padang diduga memiliki struktur yang lebih tua dari Piramida Mesir.
"Berdasarkan hasil riset penggalian tahun 2014, ditemukan lapisan bebatuan yang berada jauh di dalam tanah dengan usia lebih tua dari Piramida di Mesir," ungkap Ali.
Menurutnya, bebatuan di permukaan Gunung Padang diperkirakan berasal dari sekitar 500 SM, lebih muda dibandingkan Piramida Giza. Namun, setelah penelitian lebih dalam, ditemukan lapisan bebatuan yang lebih tua di bawah permukaan tanah.
Meski demikian, Ali menjelaskan bahwa ada perbedaan struktur antara Piramida Mesir dan Gunung Padang.
"Piramida di Mesir dibangun di atas tanah datar dengan batuan yang disusun ke atas, sedangkan di Gunung Padang, bebatuan tersebut disusun mengelilingi bukit yang sudah ada," tuturnya.