
JAKARTA – Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya dalam melestarikan cagar budaya nasional, salah satunya Situs Megalitik Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Situs yang disebut-sebut sebagai struktur megalitik tertua di Indonesia ini terus menjadi bahan penelitian dan perdebatan di kalangan arkeolog dan sejarawan.
Hal ini disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam diskusi publik bertajuk “Melihat Kembali Nilai-Nilai Penting Situs Cagar Budaya Nasional Gunung Padang: Suatu Upaya Pelestarian Cagar Budaya Berkelanjutan” di Grha Utama, Gedung Ki Hajar Dewantara, Kemendikdasmen, Selasa (11/2/2025).
"Saya sebagai orang awam yang gemar membaca tentang arkeologi melihat Gunung Padang ini sebagai struktur buatan manusia. Susunannya jelas menunjukkan intervensi manusia," ujar Fadli Zon.
Fadli meyakini, Gunung Padang masih menyimpan banyak misteri yang berpotensi mengubah pemahaman tentang peradaban manusia di Nusantara. Oleh karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara berbagai lembaga penelitian, baik dari dalam maupun luar negeri, guna mengungkap lebih jauh sejarah situs ini.
"Kita perlu bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk ahli dari luar negeri, untuk meneliti lebih dalam tentang Gunung Padang," tambahnya.
Fadli berharap riset lebih lanjut dapat menghasilkan temuan yang kuat sehingga Gunung Padang dapat didaftarkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
Upaya pelestarian Gunung Padang sejalan dengan amanat Pasal 32 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa negara harus memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.
"Pemajuan kebudayaan harus dilakukan dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya," jelas Fadli.