
Flores Timur - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyelenggarakan Natal Nasional bersama penyingas Erupsi Gunung Lewotobi Laki- laki. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari DPP PDIP, beserta DPD PDIP NTT, DPC Flores Timur, dan DPC Sikka. Melalui natal nasional, dan bakti sosial ini, PDIP ingin menunjukkan perhatian yang diberikan dari Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri, untuk berbagi dengan mereka yang sedang terdampak bencana erupsi, dengan semangat kesederhanaan.
Sebagai bagian dari empati kemanusiaan, PDIP juga akan melakukan bedah rumah warga dan rehabilitasi rumah. Baik itu rumah warga maupun rumah ibadah. Politikus PDI P yang juga Anggota DPR RI, Maria Yohana Esti Wijayati menyebut selain bantuan di atas, PDIP juga akan memberikan bantuan uang kepada 265 mahasiswa Flores Timur yang terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
“Juga paket perlengkapan sekolah yang diberikan sebagai investasi untuk masa depan generasi muda. Juga bantuan kebutuhan dasar alat tenun tradisional, bahan pokok, pakaian dan alat tenun untuk mendukung perekonomian lokal,” ujar Esti Wijayati di Susteran PRR, Flores Timur, Kamis 23/1).
Menurut Esti, ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh PDIP dalam komitmenya membantu masyarakat terdampak erupsi gunung Lewotobi yang dilakuakn dengan bergitong royong.
“Salah satunya adalah melakukan gotong royong rehabilitasi beberapa rumah, tempat ibadah Masjid, rumah ibadah Kristen dan Pastoran Katolik. Ini juga menunjukkan cerminan Flores Timur yang terkenal sebagai tempat dengan toleransi yang tinggi,” kata Esti.
Selain memberikan bantuan, PDIP juga melakukan pemeriksaan kesehatan yang dipimpin oleh para dokter spesialis, juga spesialis syaraf serta pemberian bantuan obat-obatan.
Selain itu, lanjut Esti, PDIP juga akan memberikan trauma healing untuk anak-anak juga orang dewasa.
“Tentu, akan didukung oleh tim yang sudah memahami trauma healing,” imbuhnya.
Esti juga meneruskan pesan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Bagi Anak Presiden Soekarno, Natal bukan sekadar perayaan, tetapi panggilan untuk berbagi kasih, meringankan beban sesama, dan membangun harapan baru.
“Kami hadir di sini bukan berpesta, tetapi bersama masyarakat Lewotobi merasakan suka dan duka mereka,” tuturnya.
Tim PDIP mengunjungi Susteran PRR, pengelola Rumah Sakit Kusta di TTU, audiens dengan GMIT, MUI dan Keuskupan Larantuka disertai peninjauan ke lembaga Seminari San Dominggo Hokeng pada Kamis (23/1/2025).
Pada Jumat dan Sabtu, 24-25 Januari 2025, akan diadakan bakti sosial dan gotong royong perbaiki rumah di Desa Bokang, Titehena, Boru, Boru Kedang, Pululera, Hokeng Jaya.
Selain memberikan bantuan, akan diadakan perayaan ekaristi bersama pada Minggu (26/1/2025) di Desa Lewolaga, Kecamatan Titehena, Flores Timur.
Esti Wijayati mengatakan, ketika mereka berkunjung ke NTT, pihaknya mendapatkan sejumlah masukan dari masyarakat untuk memperhatikan mahasiswa yang terdampak erupsi.
“Sesuai dengan amanat Ibu Puan Maharani, untuk kemudian kita berikan bantuan untuk mahasiswa yang terdampak bencana Gunung Lewotobi sekitar 265 anak,” ujarnya.
“Sesuai dengan amanat Ibu Puan Maharani, untuk kemudian kita berikan bantuan untuk mahasiswa yang terdampak bencana Gunung Lewotobi sekitar 265 anak,” ujarnya.
Selain memberikan bantuan, PDI juga akan membantu 1.500 paket kepada pengungsi Lewotobi serta pakaian dan peralatan mandi.