
Genre: Keluarga, komedi
Sutradara: Paul King
Pemeran: Hugh Bonneville, Emily Mortimer, Antonio Banderas, Olivia Colman
Durasi: 1 jam 46 menit
Distribusi: Sony Pictures
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 24 Januari 2024
Diciptakan pada akhir tahun 1950-an oleh penulis Michael Bond, boneka beruang Paddington telah memikat anak-anak dari generasi demi generasi di Inggris, sampai ke seluruh dunia. Termasuk bagi Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Dominic Jermey.
Pada penayangan perdana Paddington in Peru yang diadakan Sony Pictures, Dubes Jermey menceritakan masa kecilnya, Sabtu (19/1/2025) di Jakarta. "Saya mengoleksi seluruh buku Paddington," ujarnya.
Menurut Dubes Jermey, Paddington in Peru akan memberi kesan tersendiri bagi penonton Indonesia, khususnya karena kesamaan belantara Amazon dan hutan tropis di Nusantara. Dubes Jermey pun berharap lebih banyak kerjasama Indonesia dan Inggris, khususnya di bidang kreatif seperti perfilman.
Paddington in Peru memang mengajak kita berpetualang ke Amerika Selatan, kampung halaman Paddington. Namun awalnya, ciri khas Paddington di London tetap digambarkan apik.
Dia telah menjadi warga negara Inggris, bahkan memegang paspor dengan foto unik yang dihasilkan dari kekonyolan di photo box. Paddington diceritakan tinggal tenang di kediaman keluarga Brown.
Meski terlihat bahagia, keluarga Brown sesungguhnya mengalami kerenggangan akibat kesibukan masing-masing. Mr. Brown kesulitan beradaptasi dengan situasi kantornya yang makin dinamis di bawah pimpinan bos asal AS.
Judy, anak perempuannya, bersiap keluar rumah untuk kuliah. Sementara Jonathan, anak laki-laki, berkutat dengan video games dan inovasi-inovasi unik tetapi enggan bersosialisasi.
Sementara ibu rumah tangga Mary Brown merindukan keakraban keluarganya. Di tengah pergulatan tersebut, Paddington dihadapkan dengan undangan untuk pulang kampung.
Dia diberi kabar oleh pengasuh panti wreda tentang kerinduan Aunty Lucy sekaligus keanehan yang terjadi. Solusinya, Paddington memutuskan berangkat ke Peru, tentu saja perlu ditemani oleh seluruh anggota keluarganya.
Dari sanalah keseruan memuncak seiring kelucuan khas Paddington. Penjelajahan ke Peru membawa mereka ke legenda El Dorado, tentang kota dari emas, legenda yang terdengar di pedalaman Amazon.
Paddington in Peru memenuhi rasa kangen penggemar setelah lebih dari 7 tahun setelah Paddington 2 (2017), dan Paddington (2014). Penonton segala usia akan menikmati seluruh elemen klasik di antaranya topi merah, roti selai jeruk marmalade, koper, kesopanan, dan nilai-nilai baik yang selalu diusung Paddington.
Bersiap-siaplah mengeksplorasi tentang identitas, rumah, dan petualangan yang menyentuh hati bersama Paddington. Tak lekang oleh waktu, Paddington in Peru bisa menjadi momen kegembiraan atas keluarga, rasa memiliki, kekuatan kebaikan, dan pengenalan lebih dalam ke Paddington yang makin seru.
Jangan keluar cepat-cepat dari bioskop ya, karena ada kejutan pada bagian akhir Paddington in Peru.