.jpeg)
Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan meluncurkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) pada Februari 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan mendeteksi dini berbagai potensi penyakit. Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Kemenkes RI, Drg. Widyawati, MKM, dalam wawancara eksklusif dengan Trijaya Hot Topic, Radio MNC Trijaya FM di Jakarta, Kamis (23/1/2025).
Menurut Drg. Widyawati, banyak warga Indonesia belum memiliki kebiasaan rutin memeriksakan kesehatan. "Masih banyak yang belum pernah memeriksa tekanan darah, gula darah, atau kolesterol. Padahal, deteksi dini itu penting. Sehat itu jauh lebih murah dibandingkan sakit. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, kita bisa mengelola risiko penyakit sebelum menjadi lebih serius," jelasnya.
PKG akan melibatkan 10.000 puskesmas dan 20.000 klinik swasta di seluruh Indonesia. Program ini berlaku untuk semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia. Untuk mempermudah pendaftaran, Kemenkes menyediakan aplikasi "Status Sehat Mobile". Aplikasi ini akan memberi notifikasi bagi warga berdasarkan tanggal ulang tahun mereka untuk menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Namun, bagi mereka yang kesulitan akses digital, pendaftaran manual tetap dapat dilakukan dengan membawa KTP ke puskesmas.
"Program ini terbuka untuk semua, termasuk warga yang belum aktif BPJS-nya. Nanti, setelah pemeriksaan, hasilnya bisa diintegrasikan ke layanan BPJS jika diperlukan," tambah Drg. Widyawati. Ia juga menyampaikan bahwa warga yang berulang tahun pada Januari hingga Maret 2025 tetap dapat memanfaatkan layanan ini hingga 30 April 2025.
Dalam wawancara tersebut, Drg. Widyawati juga menjelaskan pentingnya keterlibatan lintas kementerian dan mitra untuk memastikan program berjalan optimal. "Kami bekerja sama dengan banyak pihak karena cakupan program ini sangat besar, mencapai seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang jumlahnya 280 juta jiwa. Ini adalah program kesehatan gratis terbesar yang pernah dilakukan pemerintah," ujarnya.
Saat ditanya mengenai kesiapan fasilitas, ia menjawab, "Kami terus berproses bersama dinas kesehatan dan mitra terkait. Puskesmas-puskesmas yang ditunjuk telah disiapkan agar memberikan pelayanan terbaik. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksa kesehatan mereka."
PKG didukung oleh anggaran dari APBN dan APBD. Pemerintah juga memastikan pengawasan pelaksanaannya berjalan dengan baik agar masyarakat mendapatkan layanan optimal. "Kami ingin memastikan semua berjalan lancar. Ayo datang periksa, manfaatkan fasilitas ini. Jangan sampai kesempatan ini disia-siakan," tegas Drg. Widyawati.
Menutup wawancara, ia menyampaikan harapan besar dari program ini. "Kalau masyarakat sehat, maka kita akan menciptakan generasi emas Indonesia pada 2045. Ingat, sehat dimulai dari saya. Mari berani memeriksakan diri untuk masa depan yang lebih baik," pungkasnya. (dandy-mg)