AHY Ajak Bankir dan Investor Global Dukung Infrastruktur Indonesia

FAZ • Tuesday, 21 Jan 2025 - 16:29 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajak bankir, investor, dan inovator dari berbagai negara untuk berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Menurut AHY, kolaborasi ini diperlukan guna memastikan pembiayaan yang besar dan berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera.  

“Saya mengajak komunitas bankir, investor, dan inovator di berbagai penjuru dunia untuk berkolaborasi. Pembangunan infrastruktur membutuhkan pembiayaan besar, apalagi jika berbicara proyek berskala besar seperti jalan, konektivitas darat, laut, dan udara, bendungan, hingga tanggul laut raksasa,” ujar AHY di Jakarta, Selasa (21/1/25).

AHY menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus didukung oleh sistem pembiayaan yang inovatif dan kredibel. Ia juga menegaskan pentingnya integrasi dalam perencanaan infrastruktur untuk jangka panjang, terutama dalam menghadapi tantangan Indonesia pada 2025 dan 2045.  

“kita membuka sebuah gambar besar ketika melihat Indonesia 2025 and beyond menuju masa depan kita kalau jangka pendek tentu 5 tahun tapi kita melihat 2045, 20 tahun dari sekarang. Kita ingin meyakinkan bahwa segala sesuatunya diintegrasikan dengan baik. Saya dalam kapasitas sebagai Menko di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan juga memiliki kepentingan, kewajiban untuk bisa mengintegrasikan berbagai upaya terbaik. Tentu dalam batas koordinasi yang saya miliki ada 5 kementerian yang juga fokus untuk terus membangun Indonesia secara fisik, infrastruktur, untuk mendukung swasembada pangan, energi dan juga air bersih,” kata AHY.  

Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus merata di seluruh Indonesia, tanpa ada daerah yang tertinggal atau kelompok masyarakat yang terabaikan.  

“Mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan juga kualitas hidupnya semakin baik ditunjang oleh sektor pendidikan, kesehatan dan semua yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia. Tidak boleh ada daerah yang tertinggal, tidak boleh ada kalangan manapun yang terabaikan,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan memberi peran lebih besar kepada perusahaan swasta dalam pembangunan proyek infrastruktur, dibandingkan menugaskannya kepada kementerian atau BUMN.  

Presiden menilai bahwa swasta lebih efisien, inovatif, dan berpengalaman dalam membangun proyek-proyek seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara. Dengan demikian, diharapkan partisipasi swasta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  

Sementara itu, pemerintah akan tetap fokus pada proyek infrastruktur yang menyangkut perlindungan rakyat serta kepentingan strategis nasional.