
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, menilai pengelolaan sampah di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, tergolong baik dibandingkan daerah lain.
"Satu-satunya daerah yang memiliki sepuluh unit alat berat dalam proses pengolahan sampah adalah Tanah Bumbu," ujar Menteri Hanif dalam keterangan yang diterima di Jakarta, pada Sabtu (18/1/25).
Hanif, yang juga putra daerah Tanah Bumbu, menegaskan bahwa kabupaten ini memiliki alat berat terbanyak untuk pengolahan sampah akhir dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Dalam upaya menanggulangi sampah, Pemkab Tanah Bumbu berencana membangun sistem pengelolaan berbasis *sanitary landfill* serta menerapkan teknologi sensor *Light Dependent Resistor* (LDR). Teknologi ini memungkinkan pemisahan sampah organik dan anorganik berdasarkan intensitas cahaya yang diterima.
Saat ini, Tanah Bumbu dengan jumlah penduduk kurang dari 400 ribu jiwa menghasilkan sekitar 170 ton sampah per hari. Pemerintah daerah pun serius menangani sampah, mulai dari tingkat rumah tangga hingga ke tempat pengolahan akhir.
Dalam kunjungannya, Hanif mendorong masyarakat melalui kepala desa agar aktif memilah sampah sejak dari sumbernya.
"Tanah Bumbu berpotensi menjadi daerah maju karena kondisi geografisnya sangat mendukung. Oleh karena itu, perlu disiapkan SDM yang berkomitmen dalam menanggulangi sampah secara mandiri," ujarnya.
Menurut Hanif, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga delapan persen. Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, volume sampah juga akan naik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah tengah membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
"Penanganan sampah di Tanah Bumbu sejauh ini cukup baik dan tidak ada kendala. Kami akan menginstruksikan kepala daerah setempat untuk menyiapkan penyuluh sampah guna meningkatkan edukasi kepada masyarakat," tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan, Hanif mendorong agar seluruh sekolah dasar di Tanah Bumbu menjadi bagian dari program Sekolah Adiwiyata.
"Program ini akan kami kawal. Bulan depan, tim akan datang ke Tanah Bumbu untuk menindaklanjuti Sekolah Adiwiyata guna membangun SDM yang memiliki budaya peduli sampah," pungkasnya.