Mensos Saifullah Yusuf: Penurunan Kemiskinan di Solo Raya Butuh Kolaborasi Terintegrasi

ANP • Saturday, 18 Jan 2025 - 12:11 WIB

SOLO – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan optimisme bahwa penurunan kemiskinan di Solo Raya dapat dicapai melalui kerja sama yang terintegrasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta. Menurutnya, meskipun angka kemiskinan nasional turun 2% dalam 10 tahun terakhir, tantangan besar seperti pandemi COVID-19 memperlambat proses tersebut.

“Penurunan memang terjadi, tapi kecil. Kita perlu konsolidasi menyeluruh dari kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah. Dengan data yang valid, intervensi yang berkelanjutan, serta integrasi program, insyaallah penurunan kemiskinan bisa lebih terukur dan signifikan,” ujar Gus Ipul saat dialog dengan Pilar Sosial Solo Raya, di Kraton Surakarta, Sabtu (18/1/2025)

Menurutnya, saat ini, tingkat kemiskinan di Solo Raya berada di kisaran 10%, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 9%. Gus Ipul menargetkan agar angka tersebut dapat turun hingga setidaknya menyamai rata-rata nasional.

“Kami harapkan Solo Raya bisa menurunkan angka kemiskinan ke 9% atau bahkan di bawahnya. Ini bisa tercapai jika kita bekerja bersama, satu langkah, dan satu frekuensi,” tegasnya.

Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Swasta
Gus Ipul menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Ia mengajak pelaku Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menggunakan data yang telah divalidasi pemerintah dalam penyaluran bantuan.

“Kalau CSR atau pihak swasta mau membantu, gunakan data pemerintah yang sudah divalidasi. Ini akan sangat signifikan untuk penurunan kemiskinan. Kita juga undang berbagai pihak untuk fokus pada perbaikan sanitasi dan kebutuhan dasar lainnya,” jelasnya.

Peran Pilar Sosial dan Partisipasi Masyarakat
Ia juga menyoroti peran pilar-pilar sosial, seperti relawan dan pendamping, sebagai ujung tombak Kementerian Sosial untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Jalur partisipasi masyarakat pun menjadi salah satu fokus utama.

“Masyarakat harus ikut andil dalam memastikan bantuan digunakan sebagaimana mestinya. Dengan partisipasi ini, kita bisa memastikan transparansi dan akuntabilitas program,” katanya.

Perencanaan Matang Sebelum Implementasi
Gus Ipul menegaskan pentingnya perencanaan yang matang sebelum pelaksanaan program penurunan kemiskinan. "Perencanaan kita harus tuntas dulu, baru disinergikan dengan daerah dan sektor swasta. Dengan pendekatan terintegrasi ini, respon terhadap kasus-kasus kemiskinan bisa lebih cepat dan luas jangkauannya,” tambahnya.

Melalui kolaborasi yang solid dan fokus pada data yang terintegrasi, Gus Ipul optimistis bahwa upaya penurunan kemiskinan di Solo Raya dapat membawa hasil signifikan dan menjadi model bagi daerah lainnya.