
JAKARTA - Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Futsal 4 Nations World Series 2025, Farazandi Fidinansyah, menegaskan bahwa turnamen ini akan menjadi momen penting bagi Indonesia untuk memantapkan posisi di kancah internasional. Turnamen, yang akan berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di Jakarta International Velodrome, sekaligus menjadi ajang pertama bagi Federasi Futsal Indonesia (FFI) menjadi tuan rumah turnamen internasional.
“Ini adalah semangat kita bersama dari Federasi Futsal Indonesia. Kita ingin tancap gas dengan menyelenggarakan satu kegiatan besar di awal tahun 2025. Ini pertama kali FFI menggelar kejuaraan internasional,” ujar Farazandi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/01).
Turnamen ini mengusung format round robin, di mana setiap tim akan bertemu selama tiga hari penuh. Dengan kapasitas Velodrome yang mencapai 3.000 penonton, Farazandi optimis venue tersebut mampu mengakomodasi kebutuhan kompetisi berskala internasional.
“Velodrome ini sudah pernah diuji coba untuk beberapa Futsal Series. Kami rasa tempat ini sangat representatif untuk Indonesia Futsal 4 Nations World Series,” tambahnya.
Selain itu, Ketua Umum FFI, Michael Victor Sianipar, menekankan pentingnya turnamen ini sebagai langkah awal untuk membawa futsal Indonesia ke panggung dunia. Ia menyebut kemenangan Indonesia di AFF Futsal Championship 2024 sebagai bukti kemampuan Indonesia menjadi kekuatan utama di Asia Tenggara.
“Setelah penantian panjang selama 14 tahun, akhirnya Indonesia berhasil menjadi juara AFF lagi dengan mengalahkan Thailand dan Vietnam. Ini membuktikan bahwa Indonesia akan menjadi rajanya futsal di ASEAN,” ungkap Michael.
Ia juga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan turnamen internasional seperti ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan prestasi, tetapi juga memperkenalkan potensi olahraga futsal Indonesia ke dunia.
Dikesempatan yang sama, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, turut memberikan apresiasi kepada FFI. Menurutnya, turnamen ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi daerah-daerah lain untuk mendapat pembangunan fasilitas olahraga yang berstandar internasional.
“Pemerintah lewat kemenpora mendukung penuh acara seperti ini. Dengan adanya Indonesia Futsal 4 Nations World Series, kita harap pemerintah membangun venue yang berstandar internasional di daerah lain juga,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur LPDUK, Ferry Yuniarto Kono, menambahkan bahwa keberlanjutan turnamen semacam ini sangat penting untuk menarik sponsor dan memberikan dampak ekonomi yang luas. Ia menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam membangun citra positif.
“Sponsorship biasanya senang dengan sesuatu yang sifatnya berkelanjutan. Jadi, jangan cuma sekali, tapi harus ada setiap tahun agar dampaknya terasa lebih luas,” jelas Ferry.
Dengan semangat kolaborasi dari berbagai pihak, Indonesia Futsal 4 Nations World Series 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi momentum penting bagi perkembangan futsal di Indonesia.
(SHA)