Menteri Iftitah Sambangi UGM, Bahas Masa Depan Transmigrasi Tematik

FAZ • Wednesday, 15 Jan 2025 - 14:37 WIB

YOGYAKARTA – Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengunjungi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan model transmigrasi tematik. Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung inovasi program transmigrasi berbasis penelitian dan pendidikan.

Menteri Iftitah menekankan pentingnya pengembangan konsep transmigrasi tematik sebagai prioritas masa depan.

“Fokus transmigrasi ke depan adalah juga tentang transmigrasi tematik, termasuk tematik pendidikan. Inilah yang akan didorong menjadi kerjasama dengan universitas-universitas, termasuk UGM,” ujar Menteri Iftitah dalam kunjungan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Yogyakarta, dikutip dari keterangan tertulis, pada Rabu (15/1/25). 

Selain itu, Rektor UGM, Ova Emilia, menyampaikan bahwa universitas tersebut telah mengembangkan model transmigrasi yang dapat diterapkan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Model ini, kata Ova, telah melalui uji coba melalui field research centre di wilayah Yogyakarta dan dapat diadopsi di kawasan transmigrasi lainnya.

“Kami telah melaksanakan field research centre di wilayah Yogya. Model ini bisa juga untuk diterapkan di kawasan transmigrasi, termasuk kegiatan afirmasi ke wilayah tertinggal, terluar, dan perbatasan,” ucap Ova.

Sementara itu dikesempatan yang sama, Dekan Fakultas Geografi UGM, Danang Sri Hadmoko, menambahkan bahwa kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Ditjen PPKtrans) telah membuahkan sejumlah hasil konkret. Salah satunya adalah penyusunan regulasi baru yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2024, serta pengembangan model transmigrasi modern berbasis transpolitan.

“Kolaborasi dengan transmigrasi antara lain menghasilkan perubahan regulasi yaitu PP 19/2024 dan model transmigrasi modern transpolitan,” ujar Danang.

Kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pengembangan transmigrasi yang berbasis pada penelitian dan inovasi, serta mendukung pembangunan kawasan transmigrasi di Indonesia.