Pemecatan Shin Tae-yong: Apa Kata Suporter Timnas?

ITK • Thursday, 9 Jan 2025 - 14:07 WIB
Source: SindoNews/ STY

Jakarta - Pemecatan Shin Tae-yong (STY) dari kursi pelatih Timnas Indonesia menuai beragam tanggapan di kalangan masyarakat, khususnya para pecinta sepak bola nasional. Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI), Ignatius Indro, memberikan pandangan tajam terkait keputusan PSSI ini.

Menurut Indro, pergantian pelatih adalah hal yang wajar dalam dunia sepak bola. Namun, keputusan PSSI dinilai mencerminkan kurangnya perencanaan strategis yang jelas. 

"Saya melihat PSSI tidak memiliki blueprint yang benar untuk sepak bola Indonesia. Tidak ada rencana jangka pendek, menengah, atau panjang yang terintegrasi," ujarnya dalam.wawancara Trijaya Hot Topik Pagi MNC Trijaya FM, Selasa (7/1/2025).

Menurutnya, masalah utama yang disoroti adalah carut-marutnya sistem sepak bola nasional, termasuk liga domestik dan pembinaan usia dini. "Liga 3, yang seharusnya menjadi ajang pembinaan pemain muda, hanya memberikan sedikit kesempatan bermain bagi klub. Ini memengaruhi mental bertanding dan kualitas pemain kita," tambahnya.

Ia menilai, STY sendiri dianggap membawa perubahan positif, terutama dalam meningkatkan kondisi fisik pemain, yang sebelumnya menjadi kelemahan utama Timnas. Namun, beberapa kekurangan juga disorot, seperti ketergantungan pada pemain naturalisasi dan kendala bahasa. 

"Setelah empat tahun melatih di Indonesia, seharusnya ada program untuk meningkatkan kemampuan bahasa pelatih," tegas Indro.

Terkait rumor masuknya Patrick Kluivert dan Louis Van Gaal sebagai pengganti STY, Indro menyambut baik, tetapi dengan catatan. "Ini mungkin membantu mengatasi kendala komunikasi dengan pemain diaspora. Tapi, tanpa sistem yang baik, siapa pun pelatihnya akan kesulitan mencapai prestasi terbaik," katanya.

Isu mafia sepak bola juga mencuat dalam diskusi.  Indro menekankan pentingnya transparansi dan keberanian dari semua pihak yang mengetahui praktik ini untuk mengungkapkannya. "Jika mafia sepak bola tidak dituntaskan, kemajuan sepak bola kita akan terus terhambat," imbuhnya.

Ia berharap Timnas Indonesia dapat tampil lebih baik di kancah internasional, terutama dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. "Kita butuh pelatih yang mampu melanjutkan dan mengembangkan apa yang sudah dibangun oleh STY, tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada pemain," tuturnya.

Dengan diumumkannya pengganti STY oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam beberapa hari mendatang, seluruh pecinta sepak bola Indonesia berharap keputusan ini membawa angin segar bagi masa depan sepak bola nasional. (BAS)