Dari Biji ke Produk Minuman: Mengadopsi Pendekatan Sirkular untuk Whole Soybean Production

MUS • Wednesday, 8 Jan 2025 - 17:39 WIB

Oleh: John Jose
Marketing Director, Tetra Pak Malaysia, Singapore, Philippines and Indonesia

Tren makanan berbasis nabati kini semakin populer di Asia Tenggara, didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen akan manfaatnya terhadap kesehatan maupun kepedulian lingkungan. Perubahan ini membuka peluang bagi produksi seluruh kedelai atau whole soybean production, sebuah pendekatan yang menawarkan solusi  yang berkelanjutan dan peningkatan nilai gizi. 

Seiring meningkatnya permintaan akan produk berbasis nabati, para produsen mencari pendekatan inovatif sebagai upaya memenuhi permintaan konsumen dan di saat yang bersamaan mengatasi tantangan produksi dan keberlanjutan.

Menghadapi Tantangan Pasar

Meski solusi makanan berbasis nabati semakin populer, ternyata memproduksi minuman berkualitas tinggi dari seluruh kedelai memiliki tantangan tersendiri. Mempertahankan konsistensi, memastikan kualitas produk, dan mengoptimalkan efisiensi dalam proses produksi tetap menjadi tantangan utama bagi produsen. Untuk itu, solusi pemrosesan yang canggih menjadi kebutuhan utama. 

Perusahaan seperti Tetra Pak menawarkan dukungan menyeluruh terhadap bisnis di sektor yang sangat dinamis ini, termasuk di dalamnya menyediakan keahlian dalam research and development atau R&D, solusi pengemasan yang disesuaikan, dan strategi komersialisasi. 

Solusi ini merampingkan produksi, meminimalisir kesalahan manusia, dan memastikan transparansi, sehingga memungkinkan produsen untuk memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan dan efisien.

Beralih ke Sistem Pangan Sirkular

Dalam mengatasi tantangan keberlanjutan, industri makanan dan minuman terus mengadopsi pendekatan ekonomi sirkular. Cara seperti ini menekankan efisiensi sumber daya, pengurangan limbah, dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan, sehingga menjadi sangat relevan bagi negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia, di mana tingkat konsumsi cukup tinggi dengan jumlah limbah makanan yang signifikan.

Produksi seluruh kedelai menjadi contoh konkret penerapan konsep ini. Pendekatan ini memanfaatkan hampir 100% bahan baku, sehingga secara signifikan mengurangi limbah. Dalam metode tradisional, pemrosesan kedelai sering menghasilkan okara atau ampas yang biasanya dibuang. 

Dengan pendekatan tanpa limbah, residu ini dapat dimanfaatkan kembali, sehingga mengurangi kehilangan potensi pangan, meningkatkan nilai gizi, dan mendukung keberlanjutan. 

Kisah Sukses di Asia Tenggara

Vietnam memberikan contoh sukses dalam produksi seluruh kedelai. Produsen di negara ini mampu mengurangi konsumsi air hingga 20% dan meningkatkan efisiensi proses produksi dengan menerapkan metode pengolahan seluruh kedelai. 

Dengan memanfaatkan rekomendasi solusi menyeluruh dari Tetra Pak, produsen susu Vinamilk mampu mengurangi limbah, mengoptimalkan penggunaan air dan energi, serta menciptakan siklus produksi yang lebih berkelanjutan. 

Hasilnya, efisiensi produksi meningkat, kesalahan manusia diminimalisir, dan pelacakan produk menjadi lebih baik, mulai dari susu mentah hingga distribusi.

Keberhasilan di Vietnam menjadi acuan bagi pasar Asia Tenggara lainnya, dan menunjukkan  bagaimana proses inovatif dapat menghasilkan jejak karbon yang lebih rendah dan lingkungan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi sumber daya, serta mendorong ekonomi sirkular yang berkelanjutan di industri produksi makanan di kawasan ini. 

Mengadopsi pendekatan sirkular pada produksi pangan tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru. Produksi seluruh kedelai menunjukan potensi menjadi solusi untuk mengatasi tantangan keberlanjutan, sekaligus memenuhi permintaan produk nabati yang terus meningkat. 

Pendekatan ini menawarkan cara efektif untuk mengurangi limbah dan mendukung ekonomi pangan berkelanjutan. Bekerja bersama, Tetra Pak mendukung produsen melalui penyediaan teknologi pemrosesan canggih dan praktik berkelanjutan untuk membantu produsen meningkatkan kualitas produk, memenuhi permintaan konsumen, dan berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan. 

Dengan kombinasi teknologi modern dan praktik berkelanjutan, produsen dapat meningkatkan daya saing, sekaligus berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan bagi industri makanan dan minuman di Asia Tenggara.