Rakor Infrastruktur 2025, AHY: Harus Tepat Sasaran dan Berdampak Nyata

FAZ • Wednesday, 8 Jan 2025 - 14:58 WIB

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menggelar rapat koordinasi bersama para menteri dan wakil menteri teknis untuk membahas pembangunan infrastruktur 2025. AHY menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada sektor pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.  

"Kami ingin pembangunan infrastruktur bisa semakin berdampak, tepat sasaran untuk berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi sekaligus kesejahteraan masyarakat," ujar AHY usai memimpin rapat di Kantor Kemenko IPK, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/1/25).

Rapat ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja kementerian menjelang 100 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 21 Januari 2025. AHY menyebutkan bahwa infrastruktur dasar yang memengaruhi kehidupan masyarakat menjadi salah satu prioritas utama.  

"Kami ingin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, mendapat perhatian dan prioritas dalam perencanaan ke depan," tambahnya.  

Dalam pertemuan tersebut, hadir sejumlah menteri dan wakil menteri, termasuk Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Turut hadir pula Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti dan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid.  

Selain itu, AHY berharap hasil rapat ini dapat memperkuat koordinasi antarkementerian dalam menjalankan program pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pembangunan infrastruktur, menurutnya, bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga instrumen untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan dan mendukung kemajuan ekonomi Indonesia.  

"Sinergi antarinstansi menjadi kunci agar pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi rakyat Indonesia," pungkasnya.