Menteri Bahlil: Skema Baru Subsidi BBM Hampir Rampung

FAZ • Tuesday, 7 Jan 2025 - 16:13 WIB

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa penyelesaian skema baru subsidi BBM oleh pemerintah telah mencapai 98 persen. Namun, pengumuman resmi mengenai skema tersebut masih menunggu penyelesaian masalah tumpang tindih data penerima subsidi.  

"Penyelesaiannya sekarang sudah 98 persen. Kita akan umumkan nanti di tahun ini, doakan saja kalau datanya sudah selesai. Karena datanya ini kan jangan sampai tumpang tindih," kata Bahlil dalam konferensi pers di kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2025).   

Bahlil menjelaskan bahwa proses validasi data penerima subsidi sempat terhambat akibat adanya tiga kali perubahan data yang tidak sinkron antara Kementerian Sosial, Pertamina, dan PLN. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah telah menetapkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai sumber data utama.  

"Maka sekarang datanya semua dikumpul ke satu pintu lewat BPS. Karena ini sudah tiga kali perubahan, sudah hampir selesai, tinggal sedikit lagi," ujar Bahlil.  

Validasi data ini dianggap sangat penting untuk memastikan bahwa subsidi BBM benar-benar tepat sasaran.

"Masa kita memberikan subsidi kepada orang yang tidak tepat? Kan tidak pas. Karena temanya ini adalah subsidi tepat sasaran," tegasnya.  

Selain itu, Bahlil juga menjelaskan bahwa pemerintah telah merancang dua skema baru subsidi BBM agar penyalurannya lebih efektif. Skema pertama adalah skema blending, di mana subsidi diberikan sebagian dalam bentuk barang. Skema kedua adalah penyaluran subsidi melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT).  

Kedua skema tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan memastikan subsidi hanya diberikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.

"Subsidi ini ditujukan untuk saudara-saudara kita yang ekonominya menengah ke bawah," tambah Bahlil.  

Ketika ditanya apakah pengumuman skema baru ini akan dilakukan pada kuartal pertama 2025, Bahlil hanya meminta doa agar prosesnya segera selesai.

"Ya, doain ya (bisa diumumkan di kuartal I-2025)," ujarnya.  

Dengan validasi data yang hampir selesai dan skema baru yang disiapkan, pemerintah optimis subsidi BBM ke depannya dapat lebih tepat sasaran, mendukung daya beli masyarakat, dan mengurangi ketimpangan.