Mensos Saefullah Yusuf Bahas Strategi Pemanfaatan Barang Lelang untuk Program Sosial

ANP • Monday, 30 Dec 2024 - 10:12 WIB

Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan jajaran Kementerian Sosial mengunjungi tempat penyimpanan barang sitaan dan hadiah yang tidak diklaim, yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 18 miliar. Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul mengungkapkan rencana pelelangan ulang barang-barang tersebut melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) di bawah Kementerian Keuangan.

"Untuk awal tahun depan, kita akan mengajukan pelelangan ulang. Barang-barang ini akan dirinci untuk memastikan mana yang memungkinkan untuk dilelang, dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan untuk kepentingan masyarakat luas," ujar Gus Ipul, Senin (30/12/2024).

Barang-barang mewah yang akan dilelang meliputi mobil mewah, logam mulia, tas branded, dan jam tangan mahal. Salah satu barang yang menjadi sorotan adalah sebuah mobil Rolls Royce yang sebelumnya sudah dilelang dua kali, namun belum laku. "Rolls Royce ini sebelumnya dilelang dengan harga Rp 6 miliar, lalu turun menjadi Rp 3,6 miliar, tetapi belum ada peminat. Tahun depan, kita akan mencoba lagi," ujar Dirjen Kementerian Sosial.

Hasil pelelangan barang mewah tersebut nantinya akan masuk ke kas negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dana ini kemudian dapat diajukan oleh Kementerian Sosial untuk mendukung program-program sosial. Prioritas pemanfaatannya akan difokuskan pada infrastruktur dasar, seperti pengadaan air bersih, rumah tidak layak huni, penanganan bencana, dan program lain yang mendukung masyarakat miskin.

"Kami ingin memastikan hasil lelang ini digunakan dengan transparan dan tepat sasaran. Semua pengajuan dari masyarakat tetap akan dievaluasi berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan anggaran," tegas Gus Ipul.

Selain barang mewah, barang-barang habis pakai seperti makanan, kosmetik, dan barang kadaluwarsa segera disalurkan kepada masyarakat. Kementerian juga menyimpan logam mulia dengan nilai Rp 3 miliar di tempat aman untuk menjaga aset tersebut.

Ke depan, Gus Ipul berharap mekanisme lelang dan pemanfaatan dana dapat lebih terbuka dan akuntabel, sehingga seluruh masyarakat dapat mengaksesnya sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Kami berkomitmen untuk menjunjung tinggi tata kelola yang baik dan transparansi dalam semua proses ini," pungkasnya.