Sampaikan Capaian Kinerja Tahun 2024, BNPT Terus Ajak Seluruh Komponen Bangsa Berkolaborasi Dukung Tercapainya Asta Cita Presiden Indonesia

ANP • Monday, 23 Dec 2024 - 11:35 WIB

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2024 dalam upaya penanggulangan terorisme pada Pernyataan Pers Akhir  Tahun 2024 BNPT di Hotel Aryaduta di Jakarta pada Senin (23/12).

Sepanjang 2024, upaya BNPT dalam penanggulangan terorisme khususnya di bidang pencegahan radikal terorisme telah sejalan dengan Asta Cita ke-1 Presiden RI yang  menitikberatkan pada penguatan Ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM.

Selain itu, Asta Cita ke-8 yang berfokus pada penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama turut menjadi landasan utama strategi BNPT. Langkah-langkah ini diambil untuk menciptakan stabilitas sosial yang kokoh.

Terkait ancaman radikal terorisme di Tahun 2024, BNPT telah meluncurkan dua dokumen  penting, yakni “I-KHub BNPT CT/VE Outlook” yang membahas potensi penyalahgunaan ruang siber untuk aktivitas ekstremisme kekerasan yang mengarah pada terorisme, dan Peta Jalan Komunikasi Strategis Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan (Komstra PE).

Dokumen ini menyoroti berbagai ancaman yang terus berkembang di dunia maya.Hasil penelitian dalam dokumen tersebut mengungkap bahwa ruang siber digunakan untuk menyebarkan propaganda, melakukan perekrutan, pendanaan, perencanaan serangan, hingga peredaran bahan pelatihan terkait terorisme.

Sepanjang 2024, BNPT pun telah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memblokir sebanyak 180.954 konten bermuatan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).Konten tersebut didominasi oleh propaganda jaringan teroris seperti ISIS, HTI, dan JAD. Langkah pemblokiran ini menjadi bagian dari upaya preventif dalam mencegah radikalisasi dan penyebaran paham ekstremisme yang berbahaya bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu, implementasi Perpres 7/2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan (RAN PE) juga menjadi capaian penting BNPT.

Hingga saat ini, sebanyak 132 dari 135 aksi (97,8%) yang ditetapkan dalam RAN PE telah berhasil dilaksanakan. RAN PE melibatkan 48 kementerian/lembaga (K/L) dan 64 organisasi masyarakat sipil (OMS) dalam upaya kolaboratif yang mengedepankan pendekatan “whole of government and whole of society.” Beranjak dari catatan baik pelaksanaan RAN PE, BNPT saat ini tengah  memproses Perpres RAN PE fase kedua 2025-2029 melalui mekanisme Progsun Perpres tahun 2025.

Tidak hanya di tingkat nasional, program ini juga diimplementasikan di daerah dengan adanya Rencana Aksi Daerah (RAD PE) di 8 provinsi dan 12 kabupaten/kota. Program-program unggulan seperti Kampus Kebangsaan, Sekolah Damai, dan Desa Siapsiaga menjadi bukti nyata dari implementasi RAD PE. Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pencegahan ekstremisme dan radikalisme sejak dini.

Menutup tahun 2024, Kepala BNPT Komjen Pol. Eddy Hartono, S.I.K., M.H., pun menyampaikan harapannya yang menggarisbawahi komitmen BNPT untuk terus bekerja sama dengan seluruh komponen bangsa dalam menjaga stabilitas dan kedamaian di Indonesia.

“Mari bersama-sama berkolaboratif dalam penanggulangan terorisme yang tercerahkan dalam keikhlasan menuju Indonesia Maju,” tegasnya.