FILM The Lord of the Rings: The War of the Rohirrim

MUS • Monday, 16 Dec 2024 - 09:21 WIB

Genre: Anime, action 
Sutradara: Kenji Kamiyama
Pengisi suara: Brian Cox, Gaia Wise, Luke Pasqualino, Miranda Otto
Durasi: 2 jam 14 menit
Distributor: Warner Bros. Pictures
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 13 Desember 2024

Anime orisinal "The Lord of the Rings: The War of the Rohirrim" membawa penonton kembali ke dunia epik yang dihidupkan dalam Trilogi "The Lord of the Rings", berdasarkan buku-buku agung karya J.R.R. Tolkien. 

Cerita prequel yang menarik ini, menampilkan sejumlah easter eggs terutama terkait perseteruan para penyihir penting di The Lord of The Rings. Dengan tampilan unik, penonton merasa diajak kembali menyusuri dingin dan kelamnya Middle Earth.

Terjadi sekitar 200 tahun sebelum peristiwa di The Lord of the Rings, "The Lord of the Rings: The War of the Rohirrim" diawali dengan perkenalan kita terhadap Hera, putri Helm Hammerhand, Raja Rohan yang disegani. 

Digambarkan bersifat berani, penunggang kuda yang cepat, selalu jujur ​​dan setia pada dirinya sendiri, Héra hanya ingin menjadi dirinya meski beban harapan kerap diberikan. 

Héra memancarkan kekuatan dan kebijaksanaan untuk gadis sangat muda. Dia juga berjiwa pemimpin, walau berstatus anak bungsu raja. Konflik muncul setelah Héra menolak lamaran kawan lama Wulf, yang juga putra Freca, musuh ayahnya.

Sebagai penguasa Dunlending yang cerdas dan kejam, Wulf ingin membalas dendam atas kematian ayahnya, memaksa Helm dan rakyatnya untuk bertindak. Mereka melakukan perlawanan terakhir di benteng kuno Hornburg—benteng perkasa yang kemudian dikenal sebagai Helm’s Deep. 

Dalam situasi terjepit, pengepungan berhari-hari pada musim dingin, Héra, putri Helm, harus mengumpulkan tekad untuk memimpin perlawanan. Dia perlu meredam amarah Wulf yang memendam cinta sejak lama namun bertepuk sebelah tangan. Selain itu, Wulf tampaknya sangat sakit hati karena dipandang rendah. 

Padahal dengan menikahi putri raja, Wulf berpikir akan menguasai segalanya. Penolakan dari Helm dan Hera membuat Wulf dipermalukan, kemudian kabur dengan emosional, untuk kembali menyusun strategi perang. 

Wulf sempat berhasil melumpuhkan Helm tetapi herannya tak bisa mematikan. Sebaliknya, setelah pemulihan, Helm menjelma menjadi lebih sakti dengan kemampuan-kemampuan gaib. Dari sanalah, peperangan penduduk Rohirrim pecah.

Di bawah arahan sineas berprestasi, Kenji Kamiyama (serial TV "Blade Runner: Black Lotus" dan "Ghost in the Shell: Stand Alone Complex"), "The Lord of the Rings: The War of the Rohirrim" memberikan sensasi nostalgia terutama dari sisi audio. Apalagi, musiknya diurus oleh Stephen Gallagher, editor musik dari Trilogi “The Hobbit” karya Peter Jackson. 

Ditambah dengan sentuhan aktris Miranda Otto, yang memberikan penampilan tak terlupakan, memenangkan penghargaan dalam Trilogi "The Lord of the Rings", kembali memerankan Éowyn, Shieldmaiden Rohan, yang berperan sebagai narator cerita. 

Bagi penonton awam yang belum sepenuhnya mengikuti The Lord of The Rings, "The Lord of the Rings: The War of the Rohirrim" tetap seru diikuti dalam adegan dari pertarungan ke pertarungan. (*)