Duta Besar Norwegia Apresiasi Program Iklim di Kalimantan Selatan

FAZ • Wednesday, 11 Dec 2024 - 07:55 WIB

KALIMANTAN SELATAN - Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia dan Timor Leste, Rut Krüger Giverin, melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan pada Senin (14/10/2024). Dalam kunjungannya, ia menanam pohon bersama dan berdialog dengan lima Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat, yang terlibat dalam program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL). 

Dalam dialog tersebut, masyarakat KTH menyampaikan harapan agar program RHL di Kalimantan Selatan dapat terus ditingkatkan. Program ini merupakan bagian dari kerja sama Indonesia-Norwegia melalui *Partnership in Support of Indonesia’s Effort to Reduce Greenhouse Gas Emission from Forestry and Other Land Use*. Melalui fase pertama FOLU Norway Contribution (FOLU NC-1), Provinsi Kalimantan Selatan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 38,19 miliar untuk target penanaman seluas 1.724 hektare.  

Selain itu, Mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, yang turut menginisiasi program FOLU Net Sink 2030, menilai pelaksanaan RHL di Kalimantan Selatan sangat menggembirakan. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam program ini.  

"Saya semakin yakin kalau Provinsi Kalimantan Selatan adalah yang terbaik dalam hal rehabilitasi lahan dengan penanaman pohon. Untuk itu, Result Based Contribution (RBC) Phase 2 ke provinsi ini harus terus didukung," ujar Siti Nurbaya.  

Dukungan dari Pemerintah Norwegia diberikan atas keberhasilan Indonesia dalam menurunkan deforestasi secara signifikan, yang berdampak pada penurunan emisi karbon. Prestasi ini membuka jalan bagi pembiayaan lebih lanjut melalui program kerja sama kedua negara.  

Duta Besar Rut Krüger Giverin secara khusus memuji semangat masyarakat yang tergabung dalam KTH, terutama KTH Berkah Sulasih di Desa Sungai Arfat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Ia terkesan dengan keberhasilan mereka dalam menerapkan pola agroforestri sebagai bagian dari program RHL.  

"Kami menyadari pentingnya partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah daerah dalam mendukung upaya penurunan emisi melalui rehabilitasi lahan. Semangat dan kerja sama yang Bapak dan Ibu tunjukkan hari ini mencerminkan komitmen nyata dalam pengendalian perubahan iklim," kata Rut Krüger.  

Di KTH Berkah Sulasih, kegiatan RHL dilakukan dengan pola agroforestri di atas lahan seluas 70 hektare. Lahan tersebut telah dipersiapkan, dibersihkan, dan sebagian sudah dipasang ajir. Bibit tanaman buah seperti durian, petai, jengkol, dan alpukat juga telah siap untuk ditanam.  

KTH ini memiliki 50 anggota, terdiri dari 20% penduduk asli dan 80% pendatang, dengan 16 anggota perempuan. Mereka berkomitmen untuk memulihkan lahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui agroforestri.  

Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat lokal dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Melalui kerja sama seperti ini, Indonesia menunjukkan keseriusan dalam mencapai target mitigasi perubahan iklim dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.