
JAKARTA – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta meresmikan Masjid Raudhatul Jannah dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang dihadiri oleh berbagai pejabat dan pegawai Kanwil Kemenag DKI Jakarta.
Acara tersebut berlangsung di Kantor Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, Jakarta Timur, Rabu (4/12) dan dihadiri oleh Staf Khusus, Staf Ahli, serta Tenaga Ahli Menteri Agama, pejabat eselon II dan III Pusat, kepala KUA, kepala Madrasah Negeri, serta pengurus DWP Kanwil dan seluruh pegawai Kanwil Kemenag DKI Jakarta.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan masjid tidak hanya bertujuan untuk mendirikan bangunan fisik, tetapi untuk membentuk kualitas spiritual para jamaah.
"Masjid sejati adalah tempat untuk membentuk 'sajid' (orang yang bersujud) yang berkualitas, tempat di mana umat mampu menyerahkan diri secara total kepada Allah," ujar Nasaruddin Umar dalam sambutannya di Kantor Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Timur, pada Rabu (4/12/24).
Lebih lanjut, Menteri Agama menekankan bahwa keberhasilan lembaga keagamaan diukur dari seberapa dekat umat dengan ajaran agamanya.
"Semakin dekat umat dengan ajaran agama, semakin berhasil kinerja Kementerian Agama," jelasnya.
Nasaruddin Umar juga mengingatkan pentingnya membersihkan "pakaian spiritual", yaitu membersihkan pikiran, hati, dan jiwa dari segala dosa. Menurutnya, masjid adalah tempat bertemunya hamba dengan Tuhan, yang menegaskan pentingnya spiritualitas dalam kehidupan beragama.
Selain itu, Menteri Agama berharap Masjid Raudhatul Jannah dapat menjadi teladan dalam membangun spiritualitas yang autentik.
"Masjid ini harus mampu mendobrak 70.000 tembok pemisah antara manusia dan Tuhan," ujar Nasaruddin Umar mengacu pada sebuah hadis Riwayat Ahmad.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, Adib, menyampaikan bahwa masjid ini merupakan hasil perjuangan panjang yang telah melewati tujuh generasi kepemimpinan.
"Masjid Raudhatul Jannah berdiri di atas lahan relokasi masjid lama yang sebelumnya hanya memiliki luas sekitar 200 meter persegi dan dapat menampung 200 jamaah. Kini, masjid ini berkembang menjadi bangunan megah berlantai tiga dengan kapasitas lebih dari 1.000 jamaah," ungkap Adib.
Adib menambahkan bahwa pendanaan pembangunan masjid ini berasal dari berbagai sumber, termasuk donasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kanwil dan kompensasi pembangunan jalan Tol Becakayu yang berada di dekat lokasi.
Selain peresmian masjid, Kanwil Kemenag DKI Jakarta juga memberikan bantuan kepada 100 anak yatim dan dhuafa di lingkungan Kanwil, sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat kemakmuran masjid dan meningkatkan peran masjid sebagai pusat peradaban dan pembinaan spiritual umat.
"Peresmian masjid ini bukan hanya tentang bangunan fisik, tetapi juga sebagai momentum untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan pembinaan spiritual umat," pungkas Adib.