Menteri Nusron Targetkan Bank Tanah Dukung Pembangunan Nasional

FAZ • Friday, 29 Nov 2024 - 10:51 WIB

JAKARTA – Bank Tanah akan difokuskan untuk mendukung empat program strategis nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut mencakup swasembada pangan, swasembada energi, hilirisasi, dan penyediaan pemukiman bagi masyarakat berpenghasilan rendah.  

Hal ini disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, dalam acara media gathering bersama Kementerian ATR/BPN di Jakarta Selatan, Kamis (28/11/24).  

"Bank Tanah akan kita gunakan setidaknya untuk empat hal. Pertama, menopang swasembada pangan. Kedua, menopang swasembada energi. Ketiga, untuk menopang program hilirisasi lahan. Keempat, untuk menopang pemukiman masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Nusron dalam acara media gathering di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, pada Kamis (28/11/24).

Namun, ia mengakui bahwa luas lahan yang dikelola Bank Tanah saat ini masih sangat terbatas, hanya mencapai 27 ribu hektare. Menurutnya, angka ini terlalu kecil untuk ukuran skala nasional.  

“Menurut hemat saya, kecil banget untuk ukuran sebuah land bank di Indonesia,” katanya.  

Nusron juga memaparkan bahwa total lahan yang telah teridentifikasi penggunaannya mencapai 854 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, 79.925 hektare dialokasikan untuk pemukiman, 209.780 hektare untuk pangan, dan 564.957 hektare untuk transmigrasi.  

“Selebihnya masih dikumpulkan untuk diidentifikasi penggunaannya, tapi dari total itu potensinya mencapai 1,3 juta hektare,” jelas Nusron.  

Kementerian ATR/BPN akan terus mengoptimalkan peran Bank Tanah untuk mendukung pencapaian target-target strategis pemerintahan Presiden Prabowo, termasuk pemanfaatan lahan secara efektif untuk mendukung kebutuhan pangan, energi, dan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.  

Dengan potensi lahan yang masih bisa dimanfaatkan hingga 1,3 juta hektare, Nusron berharap Bank Tanah dapat menjadi solusi untuk menghadapi tantangan pembangunan nasional ke depan.