Dukungan Pembangunan Taman dan Perpustakaan "Soekarno Garden" di Kompleks Makam Imam Bukhari di Uzbekistan

AKM • Tuesday, 26 Nov 2024 - 08:08 WIB
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gelar Public Expose bertajuk “1000 Cahaya Indonesia untuk Amirul Mukminin Fil Hadist” (Istimewa)

Jakarta - Presiden pertama Republik Indonesia  (RI) Soekarno dan Imam Bukhari yang dikenal Amirul Mukminin fi Hadits atau pemimpin orang-orang yang beriman dalam ilmu hadits merupakan dua tokoh yang menjadi bagian dari inspirasi sejarah kemerdekaan Indonesia dan peradaban Islam. 

Dalam rangka menyambut rencana pembukaan Kompleks Makam Imam Bukhari setelah renovasi masif pada Juni 2024, sekaligus sebagai upaya untuk mendorong semangat generasi muda agar turut berperan aktif menjadi bagian dari Cendikiawan Global .

Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Uzbekistan menggelar Public Expose bertajuk “1000 Cahaya Indonesia untuk Amirul Mukminin Fil Hadist” pada Senin, 25 November 2024 yang dihadiri para tokoh akademisi, aktivis sosial serta mahasiswa Fakultas Ushuluddin, UIN Jakarta.

Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ismatu Ropi, MA., PhD, mengatakan kegiatan Public Expose ini bertujuan untuk menggali lebih dalam kontribusi besar Imam Bukhari, seorang perawi hadis terkemuka yang dijuluki Amirul Mukminin Fil Hadist, dalam membentuk peradaban Islam dunia, termasuk dampaknya di Indonesia. Imam Bukhari, yang karyanya masih menjadi rujukan utama dalam studi hadis hingga kini, menjadi fokus riset yang dikembangkan dalam program ini. 

“Public Expose ini juga membahas dukungan Indonesia khususnya Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terhadap pembangunan Taman dan Perpustakaan "Soekarno Garden" di kompleks makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan,” ujar Prof. Ismatu dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (26/11).

Menurut Prof. Ismatu, Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendukung penuh pembangunan Taman dan Perpustakaan "Soekarno Garden" di Kompleks Makam Imam Bukhari di Uzbekistan.

“Proyek tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno tetapi juga sebagai upaya mempererat hubungan budaya, pendidikan dan diplomatik antara Indonesia dan Uzbekistan,” kata Prof. Ismatu. 

Sementara itu ,Wakil Rektor Bidang Kerjasama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Din Wahid M.A.Ph.D  mengatakan  melalui momentum Pendirian Taman dan Perpustakaan “Soekarno Garden” di Komplek Makam Imam Bukhari ini , diharapkan akan berdampak nyata sebagai momentum kesadaran nasional yang berdampak besar khususnya dalam hal sebagai berikut :

1. Menjadi sarana Edutainment pembinaan karakter yang menghubungkan Gen Z dan Gen Alpha dengan sejarah masa peradaban bangsa Indonesia dan peradaban global.

2. Menjadi wadah sinergi berbasis kolaborasi antar lembaga pendidikan, pemerintah, pengusaha swasta, media dan komunitas masyarakat dalam mendorong percepatan lahirnya para cendekiawan global dari Indonesia yang mampu memberikan kontribusi positif bagi permasalahan global dunia.

3. Menjadi sarana pemetaan kompetensi dan riset sejarah peradaban global dan dampaknya bagi kehidupan sosial, ekonomi, politik dan budaya dimulai dari Pengaruh dan dampak Imam Bukhari untuk kehidupan akhlak di Indonesia

4. Menjadi inspirasi pembentukan semangat kolektif kolegial ditengah masyarakat dengan nuansa “berjamaah” sebagai bagian dari solusi bukan masalah, solid dalam persatuan dan kesatuan bangsa.

5. Menjadi momentum mengenang jasa para pahlawan dan meningkatkan kepedulian kepada para pejuang kemerdekaan dan memastikan agar mereka hidup layak tempat tinggal dan layak sehat.

6. Serta meningkatkan hubungan kerjasama pendidikan antara Indonesia-Uzbekistan sebagai upaya meningkatkan reputasi global negara Indonesia dimata dunia.

Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi mitra strategis dalam pengelolaan dan pengembangan perpustakaan Soekarno. Sebagai Lembaga Pendidikan Islam, Fakultas Ushuluddin berkomitmen untuk mengkurasi koleksi buku terbaik tentang pemikiran Islam, sejarah, dan isu-isu kontemporer dari Indonesia, yang akan memperkaya koleksi perpustakaan Soekarno.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur HPT Tour dan Travel, Dewi Noorsanty Baaman, menekankan pentingnya generasi muda, terutama generasi Z dan milenial, untuk terlibat aktif dalam program ini sehingga memahami pentingnya sejarah dan peradaan Islam secara langsung.

"Jika sekedar jalan, kita hanya jadi turis. Jika hanya sekedar baca kita jadi kutu buku, tapi jika kita menyelami langsung peristiwa maka akan jadi kenangan dan kebanggaan sepanjang massa,” tambah Dewi.

Sebagai bagian dari acara, sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya  berbagi wawasan. Mereka antara lain: KH. Abdul Mun’im DZ, Pimpinan Yayasan Panata Dipantara, Yudi Alamin, Political Minister Counsellor di KBRI Tashkent, dan Dr. Rifqi Muhammad Fatkhi, M.A., Dosen Ilmu Hadits Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta.

Selama acara berlangsung sejumlah dukungan mengalir antara lain dari Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) Jakarta, Universita PTIQ serta DPP Pemuda Panca Marga yang secara spontan memberikan komitmen penyebaran informasi, penggalangan dana serta dukungan literasi bagi terwujudnya cita-cita untuk mencetak cendekiawan muslim global di Indonesia.