Focus Group Discussion Ke-2 Pengembangan Akses Pasar dan Promosi Produk IKM Kabupaten Nias Utara

ANP • Friday, 22 Nov 2024 - 17:21 WIB

Nias Utara – Focus Group Discussion (FGD) ke-2 bertajuk “Pengembangan Akses Pasar dan Promosi Produk IKM” berlangsung sukses di Afulu, Kabupaten Nias Utara. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Dinas Ketenagakerjaan dan Koperasi UKM Kabupaten Nias Utara dan Direktorat Inovasi dan Pengembangan Usaha Universitas Dian Nusantara dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik PK2SIKM Tahun Anggaran 2024.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama yang adalah Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial Universitas Dian Nusantara yang memberikan wawasan strategis dan keterampilan praktis untuk mendukung pengembangan IKM di wilayah ini.

Eriklex Donald menyampaikan materi

Eriklex Donald, S.E., M.M., yang saat ini adalah Dosen Tetap dengan tugas tambahan sebagai Direktur Inovasi dan Pengembangan Usaha Universitas Dian Nusantara (Undira), membuka pembahasan dengan menyoroti pentingnya strategi pengembangan akses pasar bagi produk IKM. Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa pengembangan pasar tidak hanya tentang menjual produk, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen dan memperkuat jaringan distribusi.

“Kunci keberhasilan akses pasar adalah inovasi produk serta memahami kebutuhan konsumen secara mendalam dan mampu menawarkan nilai tambah yang berbeda dibandingkan kompetitor.” ujarnya.

Eriklex juga membagikan pengalaman dari daerah lain yang berhasil memperluas pasar nasional melalui produk unggulan daerahnya, serta memberikan panduan teknis tentang membangun jaringan pemasaran lokal dan regional.

Muhamad Al Faruq Abdullah menyampaikan paparan

Sesi berikutnya diisi oleh Muhamad Al Faruq Abdullah, S.Kom., M.M., praktisi kewirausahaan sekaligus Dosen Tetap Universitas Dian Nusantara (Undira), yang membahas strategi promosi produk unggulan Nias Utara, khususnya ikan asap dari Sentra IKM. Beliau menekankan pentingnya pemasaran berbasis media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya yang terjangkau. Dalam sesi ini, peserta dibekali cara memanfaatkan platform Instagram dan TikTok untuk mempromosikan produk mereka.

“Dalam era digital ini, keberhasilan promosi tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga bagaimana kita menceritakan kisah produk melalui media sosial,” ungkap Muhamad Al Faruq Abdullah.

Ia juga memberikan pelatihan langsung tentang cara membuat konten kreatif menggunakan aplikasi CapCut dan Canva, di mana peserta diajak membuat video promosi singkat yang menonjolkan keunikan produk ikan asap mereka.

“Dengan alat sederhana seperti ini, kita bisa menciptakan konten berkualitas tinggi yang mampu menarik minat konsumen, bahkan dari luar daerah,” tambahnya. Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh 30 pelaku UKM ikan asap dari wilayah Afulu, yang kemudian menampilkan hasil karya mereka dalam sesi presentasi singkat.

Acara ini dimoderatori oleh Kepala Bidang Perindustrian DisnakerkopUKM, Muklis Wau, S.H., yang memandu jalannya diskusi selama dua hari. Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Agusman Zebua, M.Pd. selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Koperasi UKM Kabupaten Nias Utara. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi semangat para peserta dan menyampaikan harapan agar program ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Nias Utara. Beliau juga menginformasikan bahwa pembangunan Gedung Sentra IKM telah mencapai 70-80%.

“Kami optimis, melalui pelatihan dan pemasaran yang dilakukan secara berkala, tahun 2025 akan menjadi momentum kebangkitan ekonomi bagi masyarakat Nias Utara,” ujar beliau.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung pengembangan akses pasar dan promosi produk IKM, dengan harapan mampu mendorong keberlanjutan usaha lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.