Dukung Pengeboran Migas, Rainbow Tubulars Genjot Produksi Pipa Seamless Hingga 70.000 Ton

MUS • Thursday, 21 Nov 2024 - 04:42 WIB
Rainbow Tubulars Manufacture

Batam – Target Indonesia untuk mencapai produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 juta kaki kubik gas per hari pada tahun 2030 menjadi tantangan besar bagi industri hulu migas.

Untuk mencapai misi itu, aktivitas pengeboran makin masif dilakukan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi Suryodipuro, mengatakan tahun ini saja ada sekitar 1.000 sumur yang dibor, naik lebih dari 100% dibanding tahun lalu.

“Ke depan tantangan kita cukup besar. Tahun ini hampir seribu sumur yang kita drilling. Targetnya 925 sumur, dan tahun depan mungkin kita kejar di atas seribu sumur,” kata Hudi saat memimpin kunjungan media ke PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM) di Batam, Rabu (20/11).

RTM merupakan salah satu industri penunjang industri migas di Indonesia, dan menjadi satu-satunya produsen pipa seamless atau Oil Coutry Tobular Goods (OCTG). RTM memproduksi pipa seamless yang tersertifikasi API 5CT (Casing & Tubing) dan API 5L (Line Pipe).

Hudi menyebut kontribusi RTM sangat penting, guna memasok kebutuhan operasional KKKS. “Jadi kita sangat mengharapkan dukungan dari industri penunjang untuk mendongkrak produksi migas Indonesia,” ujar Hudi.

BACA JUGA: SKK Migas dan KKKS Optimis Penemuan Migas Terus Meningkat

Hudi berharap industri hulu migas tidak hanya menjadi revenue center, tapi juga motor penggerak ekonomi nasional untuk menciptakan multiplier effect.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Komersial dan Bisnis RTM, Barkeilona menjelaskan pipa seamless buatan Rainbow Tubulars dipasok untuk memenuhi kebutuhan operasional sejumlah KKKS, antara lain Pertamina EP, Pertamina Hulu Rokan (PHR), Medco E&P Indonesia, Petrochina dan Energi Mega Persada (EMP),

Saat ini RTM sedang membangun plant-2 untuk menambah kapasitas total menjadi 60.000-70.000 ton per tahun. Pabrik kedua RTM yang juga berada di Batam, bakal memiliki kapasitas hingga 40.000 ton per tahun dengan menelan investasi senilai Rp 300 miliar.

“Kami sedang membangun plant kedua yang jauh lebih besar. Tingkat produksi kami nantinya naik dari yang sekarang 30 ribuan menjadi 70 ribuan ton per tahun. Harapan kami pada kuartal III-2025 akan beroperasi secara komersial," kata Barkei. 

Dengan adanya Plant-2 ini, RTM diharapkan mampu memenuhi kebutuhan domestik yang diprediksi makin meningkat seiring rencana pemerintah menaikkan lifting migas Indonesia.

“RTM berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan menjalankan operasional perusahaan dengan mengedepankan prinsip sustainability sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada lingkungan dan sosial,” tukas Barkeilona.