Mentrans dan Menteri Investasi Sinergi Kembangkan Kawasan Transmigrasi

FAZ • Monday, 18 Nov 2024 - 15:52 WIB

JAKARTA – Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, melakukan kunjungan ke kantor Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, untuk membahas potensi pengembangan kawasan transmigrasi oleh pengusaha atau investor. Pembicaraan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan transmigrasi dan tenaga kerja yang ada di berbagai daerah.

Rosan Roeslani menyatakan bahwa Kementerian Transmigrasi memiliki sejumlah lahan dan potensi tenaga kerja yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Potensi tersebut menjadi tawaran bagi para investor untuk berkolaborasi dalam mengembangkan kawasan transmigrasi.

"Sinergi ini bisa kita lakukan, mengingat Kementerian Transmigrasi memiliki beberapa lahan dan juga potensi tenaga kerja. Kami tentunya juga memiliki potensi investasi melalui para investor, sehingga kita dapat menyinergikan potensi lahan dan tenaga kerja tersebut," ujar Rosan  Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM di Jakarta Selatan, Senin (18/11/2024).

Di sisi lain, Menteri Iftitah menjelaskan bahwa meskipun banyak kawasan transmigrasi yang berpotensi besar, Kementerian Transmigrasi menghadapi kendala keterbatasan anggaran untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Untuk itu, pemerintah memilih opsi melibatkan investor dalam pengembangan kawasan transmigrasi.

"Kami memiliki lahan, sekitar 3,1 juta hektare hak pengelolaan lahan dari 153 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Meskipun anggaran terbatas, kami menyadari kekuatan kami terletak pada lahan yang bisa dimanfaatkan," terang Iftitah.

Kekurangan modal menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi, sehingga Iftitah berharap dapat menarik investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi di kawasan transmigrasi. Ia juga berharap kawasan tersebut dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami memiliki potensi besar, namun kekurangan modal. Oleh karena itu, kami sangat terbuka bagi para pengusaha untuk berinvestasi, mengingat kawasan transmigrasi tidak hanya berpotensi dalam sektor pangan atau pertanian, tetapi juga dalam bidang peternakan, perikanan, hingga budidaya rumput laut di kawasan Nusa Tenggara Barat," tambahnya.

Sementara itu, Rosan  juga menekankan pentingnya pemilihan daerah transmigrasi yang memiliki potensi besar dan sudah memenuhi aspek legalitas dan administrasi sebelum ditawarkan kepada investor.

"Kami akan menyaring daerah-daerah transmigrasi yang potensial, pastikan tanahnya clear dan administrasinya sudah lengkap, baru kita ajukan kepada investor," pungkasnya.