
JAKARTA – Indonesia Vegetarian Society (IVS) bersama Vegan Society of Indonesia (VSI) dan World Vegan Organisation (WVO) menggelar The 12th WVO Conference and International Vegan Festival 2024 pada 12-17 November 2024 di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat. Acara ini menjadi ajang internasional untuk membahas tren gaya hidup vegan yang semakin berkembang, baik di Indonesia maupun dunia.
Konferensi ini dihadiri para ahli, pimpinan organisasi vegan internasional, pelaku bisnis, komunitas, hingga masyarakat umum yang peduli terhadap kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan hewan.
Dr. Susianto, Pendiri dan Presiden World Vegan Organisation, menyebutkan bahwa gaya hidup vegan di Indonesia terus berkembang.
"Jumlah komunitas vegetarian dan vegan di Indonesia kini diperkirakan mencapai 1 persen dari populasi, atau sekitar 2,7 juta orang," ujarnya Susianto di sela acara The 12th WVO Conference and International Vegan Festival 2024, di Jakarta, pada Sabtu (16/11/2024).
Menurut Susianto, salah satu pendorong pertumbuhan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat kesehatan dan lingkungan dari pola makan vegan. Ia juga mencatat bahwa pandemi COVID-19 turut mendorong pertumbuhan industri rumahan makanan vegan.
“Selama pandemi, usaha makanan vegan dari UMKM tumbuh pesat. Saat ini ada sekitar 2.000 restoran dan rumah makan vegan di Indonesia, termasuk yang dikelola oleh pelaku usaha kecil dan menengah,” katanya.
Selain itu, Susianto juga membantah anggapan bahwa makanan vegan lebih mahal atau hanya cocok untuk orang dewasa.
“Menu vegan sebenarnya bisa dinikmati semua kalangan, termasuk anak-anak. Dan tidak benar bahwa makan di restoran vegan selalu lebih mahal dibandingkan restoran biasa,” jelasnya.
Organisasi World Vegan Organisation yang didirikan pada 2018 terus mendorong edukasi dan promosi gaya hidup vegan di berbagai belahan dunia.
Sementara itu, Karim Taslim, Wakil Sekjen IVS, menilai gaya hidup vegan di Indonesia sedang berada dalam tahap awal, tetapi memiliki potensi pasar yang besar.
"Di Amerika Serikat, gaya hidup vegan sudah menjadi industri yang mapan. Perusahaan-perusahaan vegan bahkan telah melantai di bursa saham," ungkapnya.
Menurut Karim, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri vegan dengan sinergi antara komunitas dan pelaku usaha.
"Harus ada kerja sama antara komunitas dan industri agar gaya hidup vegan bisa berkembang kuat di Indonesia," tambahnya.
Selain mempromosikan pola makan sehat, IVS juga aktif dalam program edukasi dan kampanye penyelamatan lingkungan, termasuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat, gaya hidup vegan diprediksi akan menjadi salah satu sektor ekonomi yang prospektif di masa depan. The 12th WVO Conference and International Vegan Festival menjadi langkah penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem vegan yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.