
Jakarta - Terkait rencana perubahan skema subsidi BBM menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT), Pembina Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Mulyanto minta Pemerintah tetap konsisten menjaga kehadiran negara bagi warga negara yang tidak mampu.
"Pemerintah harus mengutamakan aspek keadilan dan ketepatsasaran distribusi daripada mengedepankan aspek penghematan anggaran subsidi BBM. Jangan sampai anggaran subsidi yang terbatas dinikmati oleh orang kaya dengan mobil mewah. Sementara warga yang tidak mampu hanya bisa gigit jari," ujarnya kepada Media, Jakarta, Jum'at (15/11)
Karena itu ia lebih suka skema pembatasan subsidi BBM dengan kriteria yang adil serta pengawasan Pemerintah yang ketat dipertahankan daripada mengubah menjadi BLT yang berpotensi tidak tepat sasaran dan mudah dipolitisasi.
“Jadi kendaraan umum dan kendaraan pengangkut sembako, mobil kapasitas kecil, motor, kapal nelayan kecil, traktor petani kecil, umkm serta fasilitas vital dan sosial tetap mendapat BBM bersubsidi,"'tuturnya.
Menurut Mulyanto, langkah pertamina dengam program subsidi sudah tepat dilakukan.
"Apa yang dilakukan Pertamina dengan program subsidi tepat sudah on the track, tinggal menunggu payung hukumnya saja berupa revisi Keppres Distribusi BBM Subsidi,” tegas Anggota Komisi Energi DPR RI periode 2019-2024 ini.