Menteri Nusron: Tanah Telantar 564.957 Hektar Bisa Dimanfaatkan untuk Program Transmigrasi

FAZ • Wednesday, 13 Nov 2024 - 12:33 WIB

JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid mengungkapkan terdapat tanah terindikasi telantar seluas 564.957 hektar yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Lahan-lahan ini berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung program transmigrasi.

Hal ini disampaikan Nusron saat menerima kunjungan Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanagara di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2024). Nusron menjelaskan bahwa Menteri Iftitah meminta agar prioritas pemanfaatan difokuskan di wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua.

"Yang berkaitan dengan cetak sawah, supaya transmigran bisa langsung memanfaatkan potensi ekonomi yang ada," ujar Nusron usai pertemuan dengan Iftitah di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, pada Selasa (12/11/24) sore.

Kedua pihak sepakat untuk bekerja sama dalam memanfaatkan tanah telantar ini untuk mendukung keberhasilan program transmigrasi. Nusron menekankan pentingnya kerja sama dengan lembaga terkait agar tanah tersebut dapat memiliki nilai ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara.

Sementara itu, Iftitah Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan program transmigrasi sangat bergantung pada ketersediaan lahan dan tata ruang yang telah disetujui oleh Kementerian ATR/BPN.

"Kami akan fokus pada pengembangan kawasan yang memiliki nilai tambah ekonomi untuk bangsa dan negara," pungkasnya.