.jpg)
JAKARTA - Universitas Yarsi menggelar pelatihan untuk memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Hal ini dalam rangka program hibah Kedaireka yang diterima oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Yarsi Jakarta.
Ketua Program Pembinaan Industri rumah tangga, dan usaha mikro, serta dosen Magister Manajemen Universitas Yarsi, Dr .Ir.Any Setianingrum,M.E.sy mengatakan, pelatihan dilakukan kepada tiga mitra UMKM Binaan, yaitu produsen mie ayam sehat Cikmi, Dapur Kalkul, dan kelompok tani (Poktan) Mustika. Mereka juga turut mendapatkan pendampingan dan pelatihan dalam berbagai aspek bisnis. Tujuan utama adalah UMKM tersebut bisa naik kelas.
"Ini adalah program Kedaireka dengan skema pembinaan industri rumah tangga dan merupakan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi," tegas Ketua Program Pembinaan Industri rumah tangga, dan usaha mikro, serta dosen Magister Manajemen Universitas Yarsi, Dr .Ir.Any Setianingrum,M.E.sy di Jakarta, Selasa (5/11/2024)
Menurut Any, program ini merupakan kemitraan antara insan perguruan tinggi dengan dunia usaha khusus untuk program IRT-UM dengan mitranya adalah golongan industri rumah tangga dan usaha mikro. Program ini akan dilaksankan hingga 2,5 bulan.
Ia mengatakan, mitra UMKM ini akan mendapatkan 8 pelatihan inti, diantaranya meliputi manajemen produksi, manajemen pemasaran dan tata kelola serta kelembagaan UKM.
"Kita tahu problem klasik UMKM adalah mereka tidak familiar dengan pembukuan. Workshop akan dipaparkan secara teori dan praktek simulasi," kata Any.
Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pendampingan dalam pengurusan legalitas usahanya. Mulai dari sertifikat, ijin hingga merek, agar jangkauan marketing UMKM lebih luas.
"Program yang ke-2 adalah pendampingan pengurusan legalitas. Ini juga merupakan problem klasik dari UKM di Indonesia. Nanti akan kita dampingi dari sertifikat halal pengurusan merek atau HKI, kemudian perizinan edar makanan seperti itu supaya jangkauan marketing mereka bisa lebih luas," tegasnya.
Any menjelaskan, program ini bertujuan untuk membantu UMKM meningkatkan kompetensi dalam aspek pembukuan, manajemen produksi hingga legalitas. Melalui pelatihan ini, Ia berharap para pelaku UMKM dapat lebih efisien dalam mengelola bisnis mereka.
“Kami berharap pelatihan ini mampu membantu UMKM mengidentifikasi dan mengurangi biaya yang tidak efisien. Lalu bisa memperbaiki kemampuan mereka dalam pembukuan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Any menyampaikan legalitas usaha menjadi salah satu fokus penting dalam pelatihan ini. Pasalnya, banyak pelaku UMKM yang belum memiliki izin usaha dan sertifikasi halal.
“Hal tersebut dilakukan untuk memfasilitasi proses perizinan, seperti sertifikasi halal dan izin Produk Rumah Tangga (PRT). Selain itu, pelaku usaha juga kita dorong untuk mendapatkan sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar produk mereka dapat terlindungi,” ucapnya.

Sementara itu, narasumber dan dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Yarsi, Nida Nadya Hasan, SE.MS.Ak menjelaskan, pelatihan yang dilakukan terkait dengan bagaimana cara melakukan pembukuan untuk UMKM. Menurutnya, mitra UMKM tersebut juga dilatih membuat 2 laporan, yaitu laporan keuangan atau neraca dan laporan laba rugi.
"Jadi memperkenalkan sebenarnya apa sih pembukaan itu. Sebenernya tidak serumit yang dibayangkan. Selain itu mereka juga langsung mempraktekkan," katanya
Dengan metode tersebut, kata Nida, banyak peserta yang merasa kaget, karena bisnis yang selama ini dianggap untung besar, ternyata tidak sebesar yang dibayangkan. Karena mereka belum menyisihkan biaya pegawai dan lainnya.
"Kami akan terus melakukan pendampingan agar para UMKM ini naik kelas," ujarnya.