
Jakarta - Ketua Umum Yayasan Pendidikan Internal Audit, Setyanto P. Santosa, menekankan peran strategis internal audit dalam organisasi, terutama di era transformasi digital. "Internal audit bukan sekadar pengawas, tetapi juga sebagai penasihat strategis yang dapat meningkatkan nilai organisasi," ujar Setyanto.
Menurut rilis dari Institute of Internal Auditors (IIA) pada tahun 2022, permintaan akan auditor internal yang terampil dan bersertifikasi semakin meningkat. "Kebutuhan ini muncul seiring dengan perkembangan regulasi dan kompleksitas operasional organisasi di seluruh dunia," lanjutnya. Ia menekankan bahwa pendidikan berkelanjutan dan sertifikasi profesional adalah kunci untuk menjaga relevansi dan kualitas audit internal.
Setyanto juga menjelaskan bagaimana transformasi digital mempengaruhi cara kerja auditor.
"Dengan kemajuan teknologi, kita dapat mengumpulkan dan menganalisis data dalam jumlah besar secara real-time," katanya. Ia menambahkan bahwa teknologi ini menciptakan peluang baru bagi auditor internal untuk berperan lebih signifikan dalam pencapaian tujuan bisnis.
Namun, ia tidak mengabaikan potensi tantangan dari transformasi digital. "Kita juga harus waspada terhadap dampak negatif, seperti maraknya pinjaman online dan judi online," katanya. Transformasi digital, lanjut dia, harus disikapi dengan positif, terutama dalam meningkatkan kompetensi auditor internal untuk menggunakan alat audit elektronik.
Sebagai langkah konkret, Yayasan Pendidikan Internal Audit meluncurkan program Healthcare Internal Auditor (PRP for QHIA), untuk memperkuat keahlian dalam tata kelola audit di sektor kesehatan. "Sektor kesehatan tengah menghadapi tantangan yang kompleks, dan profesional internal auditor harus memiliki keahlian dalam risk-based auditing dan ethical governance," jelasnya.
Dalam program ini, peserta akan belajar tentang berbagai topik penting, termasuk ethical governance dan compliance monitoring. "Kami berharap program ini dapat memberikan wawasan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tuntutan modern dalam audit kesehatan," tutup Setyanto.
Dengan peluncuran program ini, diharapkan para auditor internal dapat mengambil peran yang lebih aktif dan strategis dalam organisasi mereka, khususnya di tengah tantangan di era Healthcare 4.0.