Electoral College Berikan Kuasa Kepada Negara Bagian dalam Pemilihan Presiden

FAZ • Friday, 1 Nov 2024 - 21:22 WIB

JAKARTA- Sistem yang menerjemahkan suara rakyat Amerika menjadi siapa yang akan duduk di Gedung Putih selama empat tahun mendatang — dapat membingungkan bahkan bagi para mahasiswa yang mendalami politik Amerika.

“Tidak ada negara lain yang menggunakan sistem elektoral seperti negara kita,” kata Alex Keyssar, profesor sejarah di Universitas Harvard di Massachusetts. 

Ia menjelaskan bahwa Electoral College merupakan kompromi yang diadopsi oleh para perancang Konstitusi AS. Berdasarkan Articles of Confederation yang mendahului Konstitusi, negara-negara bagian memegang otoritas yang cukup besar. Banyak orang Amerika abad ke-18 mengidentifikasi diri dengan negara bagian asal mereka seperti halnya dengan negara baru tersebut. Sistem electoral college yang tercantum dalam Konstitusi memastikan bahwa masing-masing negara bagian akan terus membantu memilih presiden AS dan bahwa para kandidat akan memberikan perhatian khusus negara-negara bagian.

Jacob Neiheisel, asisten profesor ilmu politik di University of Buffalo di New York, mengatakan, para perancang sistem ini berharap untuk menggabungkan keinginan publik dengan pengaruh para pakar politik. Sistem ini pada umumnya telah menghasilkan presiden-presiden yang populer di banyak tempat di seluruh negeri.

Bagaimana cara kerjanya

Pemilihan presiden AS seperti serangkaian pemilihan negara bagian yang terpisah. Ketika warga negara memberikan suaranya, mereka memilih “elektor” negara bagian mereka, atau anggota Electoral College. Setiap negara bagian memiliki sejumlah elektor yang sama dengan jumlah anggota Kongresnya (dua senator, ditambah anggota DPR yang ditentukan oleh proporsi negara bagian terhadap keseluruhan populasi AS).

California, negara bagian dengan penduduk terbanyak, memiliki 54 suara elektoral karena memiliki 2 senator ditambah 52 perwakilan. Negara bagian dengan penduduk paling sedikit dan Distrik Columbia masing-masing hanya memiliki 3 suara elektoral. (Amandemen ke-23, yang diratifikasi pada tahun 1961, memberikan Distrik Columbia, yang bukan negara bagian, jumlah elektor yang sama dengan negara bagian dengan penduduk paling sedikit.)

Konstitusi tidak menentukan bagaimana negara bagian memberikan suara elektoral mereka, tetapi hampir setiap negara bagian menggunakan metode “pemenang memperoleh semuanya,” di mana kandidat yang mendapatkan suara terbanyak memperoleh semua suara elektoral negara bagian tersebut. (Secara teknis, warga negara telah memilih elektor yang berjanji untuk memberikan suara Electoral College mereka untuk kandidat tertentu.).

Dua negara bagian, Maine dan Nebraska, mengalokasikan dua suara elektoral kepada pemenang suara terbanyak negara bagian tersebut, dan kemudian satu suara elektoral kepada pemenang suara terbanyak di setiap distrik kongres.

Dari waktu ke waktu, beberapa pihak mengusulkan perubahan pada sistem ini. Neiheisel mencatat adanya pembicaraan tentang kesepakatan di mana negara-negara bagian akan setuju bahwa suara elektoral mereka akan diberikan kepada pemenang suara terbanyak nasional, bahkan jika orang tersebut kalah di negara bagian mereka. 

"Namun, ide itu belum banyak mendapat dukungan, Agak mandek,” katanya.

Bagan di bawah ini menunjukkan langkah-langkah yang terjadi antara Hari Pemilihan, saat rakyat Amerika memberikan suara, dan Hari Pelantikan, saat presiden baru dilantik. Sebenarnya, hanya sedikit warga Amerika yang memperhatikan peristiwa setelah Hari Pemilihan. Kecuali dalam pemilihan yang sangat hasilnya ketat, pemenangnya baru diketahui pada malam Hari Pemilihan atau keesokan paginya.